alexametrics

5 Cara Belajar yang Benar ala Merry Riana

Wildan
5 Cara Belajar yang Benar ala Merry Riana
Motivator Merry Riana berpose untuk difoto saat dijumpai di Jakarta, Sabtu (15/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Manusia adalah makhluk pembelajar. Mungkin inilah salah satu aktivitas yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Manusia memiliki insting untuk belajar dan mempelajari sesuatu dari waktu ke waktu jauh lebih baik dibandingkan makhluk lain. 

Sejak bayi, kita dilatih untuk belajar. Belajar bicara, duduk, merangkak, berdiri, dan jalan. Kemudian kita mengenal bangku sekolah dan seterusnya. Namun pertanyaannya, bagaimana sudah benarkah cara belajar kita? 

Ini dia tips dari Merry Riana, seorang pengusaha asal Indonesia yang sekarang tinggal di Singapura, 5 cara belajar yang benar. 

1. Mindset yang Benar

Sebelum mulai belajar, kita perlu memiliki pikiran dan sikap yang terbuka. Inilah yang dimaksud dengan mindset yang benar. 

Merry mencontohkan bagaikan gelas yang kosong dan spons yang kering, pikiran kita juga harus terbuka sebelum akan menerima pembelajaran. Jika sebelum belajar, tetapi pikiran dan sikap sudah tertutup, maka apa pun yang dipelajari akan tertolak. 

Bagi pembelajar yang baik, sikap untuk terbuka dan menerima menjadi syarat utama. 

2. Guru yang Benar

Guru yang benar artinya adalah guru yang berpengalaman dan memang terbukti sukses dalam mempraktikkan sesuatu yang ingin anda pelajari. 

Merry Riana mengibaratkan kalau Anda ingin belajar masak lalu belajar kepada montir, dapat dipastikan skill untuk memasak tidak dapat diraih. Begitu pun ketika ingin belajar berenang, tetapi belajar kepada orang yang tidak bisa berang, maka Anda tidak akan dapat berenang dengan baik.

Oleh karena itu, belajar kepada orang yang ahli dan benar-benar mengerti hal-hal yang ingin dipelajari adalah cara kedua belajar yang benar. 

3. Waktu yang Benar

Belajar juga membutuhkan waktu yang cukup. Tidak bisa belajar sesuatu dengan cara dikebut dalam satu malam. 

Walaupun memang ada istilah SKS (Sistem Kebut Semalam), akan tetapi ini bukan hal yang ideal untuk belajar. 

Belajar perlu waktu. Otak dan pikiran kita butuh jeda untuk bisa mengolah dan mencerna informasi dan pengetahuan yang sedang dipelajari.

Bahkan sebenarnya belajar harus bisa dijadikan sebuah kebiasaan. Sama halnya seperti mandi atau gosok gigi, tidak mungkin kita mandi selama 2 jam, kemudian tidak mandi selama satu minggu. Atau gosok gigi selama satu jam, lalu tidak gosok gigi 3 hari berturut-turut. 

Begitu pun dengan belajar. Jadikan belajar sebagai kebiasaan sehari-hari. Ibarat mandi dan gosok gigi, kita perlu belajar setiap hari.

4. Cara yang Benar

Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Satu orang bisa jadi memliki cara efektif dalam belajar yang berbeda dengan yang lain. 

Secara garis besar, ada 3 tipe orang kaitannya dengan cara belajar, visual, auditory, kinestetik. 

Orang visual, mampu menyerap informasi dan pengetahuan dengan cara membaca dan melihat. Orang auditory, lebih mudah menyerap pengetahuan dengan cara mendengarkan. Sedangkan orang kinestetik lebih senang belajar dengan cara praktik langsung, dicontohkan langsung, atau dia membayangkan orang lain melakukan hal yang sedang dipelajarinya. 

Coba kenali diri sendiri, cara belajar manakah yang lebih efektif untuk anda. 

5. Lingkungan yang Benar 

Ada orang yang butuh lingkungan yang tenang dan hening saat belajar. Tetapi ada juga orang yang suka belajar sambil mendengarkan musik. 

Ada orang yang suka belajar sendirian, ada juga orang yang lebih suka belajar bersama-sama atau berkelompok. 

Tentu anda sudah mengenali lingkungan apa yang mendukung anda untuk belajar. Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam hal ini. 

Lingkungan yang positif dan pergaulan yang positif juga turut menunjang kesuksesan Anda untuk belajar. Hal ini juga sangat mempengaruhi masa depan Anda. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak