alexametrics

4 Hal Dilematis saat Memasuki Usia 25 Tahun, Kamu Mengalaminya Juga?

Latifah ..
4 Hal Dilematis saat Memasuki Usia 25 Tahun, Kamu Mengalaminya Juga?
Ilustrasi bimbang (Pexels) / MART PRODUCTION

Menjadi dewasa memang tak mudah. Ada banyak persoalan yang bakal kamu hadapi, di usia 25 tahun misalnya. Saat usia menginjak 25 tahun, umumnya orang sudah dianggap dewasa.

Hal itulah yang menyebabkan banyak orang merasa gamang, karena dihadapkan dengan berbagai dilema saat menginjak usia tersebut. Istilah ini juga popular dikenal dengan istilah quarter life crisis.

Berikut ini ada beberapa jenis dilema yang umum dialami oleh orang-orang berusia 25 tahun. Apa saja? Simak terus ulasannya!

1. Bertahan di pekerjaan saat ini, atau memilih hal yang menjadi passion-mu selama ini

Dilema pertama yang kerap dialami saat kamu menginjak usia pertengahan abad, adalah soal pekerjaan. Kamu bimbang, apakah tetap melanjutkan pekerjaanmu saat ini, atau mengejar apa yang menjadi passion-mu selama ini.

2. Ingin bertualang, tapi harus memikirkan persoalan keuangan

Di masa-masa usia 25 tahun, jiwa petualanganmu biasanya masih sangat besar. Kamu ingin sekali menjelajah berbagai tempat menarik di dunia ini.

Akan tetapi, yang membuatmu bimbang adalah persoalan keuangan. Kendati penghasilannya sudah cukup memuaskan, tapi ada banyak kebutuhan lain. Ingin mencicil rumah, membahagiakan orangtua dengan memberangkatkan haji, termasuk persiapan untuk menikah.

3. Ingin hemat supaya tabungan meningkat, tapi ada keinginan gaya hidup yang pengin sekali dipenuhi

Di satu sisi, kamu ingin sekali hidup hemat supaya tabunganmu meningkat. Namun di sisi lain, godaan gaya hidup begitu besar. Misalnya, jalan-jalan dengan teman, nongkrong di tempat makan atau kafe kekinian, membeli barang-barang yang sedang tren, dan banyak gaya hidup lainnya, yang membuat kamu jadi sering dilanda dilema.

4. Terus berada di lingkaran pertemanan, atau pilih fokus menata masa depan

Lingkungan pertemanan memang berpengaruh besar bagi kehidupan. Dari sinilah kamu jadi merasa dilematis, antara ingin terus mempertahankan lingkaran pertemanan yang sudah terbina lama, atau memilih fokus menata masa depan.

Karena harus kamu akui, usia 25 tahun sudah bukan saatnya hanya memikirkan senang-senang semata layaknya masih sekolah atau kuliah. Semakin bertambah usia, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus kamu emban. Oleh karena itu, rasanya sudah tak relevan lagi untuk terus mengikuti teman-teman yang masih saja asyik berleha-leha.

Itu dia beberapa jenis dilema yang kerap melanda usia 25 tahun. Ada yang sedang mengalaminya?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak