Hati-Hati! Berikut ini 4 Kecurangan Oknum Bengkel Terhadap Pelanggan

Candra Kartiko | Diat Anugrah
Hati-Hati! Berikut ini 4 Kecurangan Oknum Bengkel Terhadap Pelanggan
Ilustrasi Bengkel (Pexels/Artem Beliaikin)

Kendaraan bermotor sudah menjadi barang yang umum bagi masyarakat. Hampir setiap keluarga memiliki setidaknya satu kendaraan. Karena kendaraan bermotor membutuhkan perawatan dan perbaikan, maka bisnis bengkel kendaraan baik roda dua maupun roda empat menjadi bisnis yang menjanjikan.

Banyak bengkel yang berdiri di tepi jalan mulai dari bengkel kecil-kecilan hingga bengkel resmi dari merek prabrikan. Hal ini memudahkan pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan maupun perbaikan kendaraan yang mereka miliki.

Namun dari sekian banyak bengkel yang tersedia, kita hendaknya memilih bengkel yang memberikan pelayanan terbaik. Hal ini dikarenakan banyak oknum montir atau mekanik bengkel yang suka melakukan kecurangan.

Berikut ini adalah 4 kenakalan yang biasa dilakukan oleh montir atau mekanik bengkel.

1. Mengambil Bensin Milik Pelanggan

Setiap kendaraan yang masuk ke bengkel umumnya masih memiliki bensin atau solar di tangki kendaraannya. Saat melakukan servis, beberapa montir akan mengambil sedikit bahan bakar tersebut untuk keperluan servis seperti membersihkan beberapa bagian.

Padahal, seharusnya bengkel menyediakan bensin atau bahan pembersih lainnya sendiri dan tidak mengambil milik pelanggan. Bahkan jika kita menemui oknum montir yang nakal, bensin kita dapat diambil dalam jumlah banyak.

2. Mengurangi Jumlah Oli

Setiap kendaraan membutuhkan oli mesin dalam jumlah tertentu. Oli mesin tersebut harus selalu diganti setiap periode waktu tertentu. Oleh karena itu, oli mesin menjadi item yang paling sering diganti di bengkel.

Bengkel yang baik akan menguras habis oli yang akan diganti dan mengisinya dengan oli yang baru. Namun oknum montir nakal akan menyisakan oli lama di kendaraan kita sehingga oli yang baru tidak dimasukkan semua. Sisa oli tersebut akan dikumpulkan untuk keperluan mereka sendiri.

3. Mengganti Spare Part yang Masih Bisa Dipakai

Semakin banyak bagian atau spare part kendaraan yang diganti, niscaya semakin banyak keuntungan yang didapat oleh bengkel tersebut. Namun kita sebagai pelangga sekaligus pemilik kendaraan hanya perlu mengganti spare part yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan.

Namun jika kita bertemu dengan oknum yang ingin mencari keuntungan, mereka akan menyuruh kita mengganti banyak spare part meskipun spare part yang lama masih dapat digunakan. Hal ini dapat merugikan kita karena biaya perawatan dan perawatan akan membengkak.

4. Tidak Memasang Spare Part yang Sudah Dibeli

Jika ada pelanggan yang memesan atau mengganti spare part baru padahal yang lama masih dapat digunakan, oknum montir nakal yang tidak bertanggung jawab akan tidak menggantinya. Mungkin mereka hanya pura-pura mengganti atau sekadar membersihkannya agar tampak seperti baru. 

Spare part baru yang sudah dibeli akan disimpan oleh montir tersebut untuk dijual kembali atau ia gunakan sendiri. Tindakan ini akan sangat merugikan pelanggan karena biaya spare part menjadi sia-sia karena tidak dipasang.

Demikianlah 4 kenakalan yang dapat dilakukan oleh oknum montir nakal. Pilih bengkel yang terpercaya agar kita mendapat pelayanan yang maksimal.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak