facebook

3 Cara Menemukan Karakter Diri agar Tidak Krisis Identitas

Yoga Yurdho
3 Cara Menemukan Karakter Diri agar Tidak Krisis Identitas
Ilustrasi Berkarakter. [Freepik.com]

Kehilangan arah dan tak tahu terhadap diri sendiri di usia transisi menuju dewasa atau remaja memang lumrah terjadi. Banyak para remaja yang mencoba-coba segala sesuatu sampai menemukan titik nyaman di dalam hidupnya. Apa saja mereka coba, bergaul ke sana-sini hanya untuk mendapaktan kenyamanan dan bisa menemukan siapa dirinya. Karena faktanya, selepas didikan dalam keluarga, kita tak bisa menelan mentah-mentah begitu saja ketika terjun langsung ke lapangan. Begitu banyak hal yang berbeda selama apa yang kita pelajari di keluarga bahkan di sekolah.

Di dalam kehidupan nyatanya kita seringkali dihadapkan dengan berbagai pilihan-pilihan untuk sebuah pertaruhan. Kepercayaan diri dan karakter tentunya amat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan itu. Dalam proses pencarian jati diri, tentunya kita tak akan langsung menemukannya secara instan. Layaknya sebuah kapal kecil di tengah lautan yang diombang-ambing oleh terjangan ombak. Kita harus melawan arus, dan memilih untuk tetap bertahan atau tenggelam.

Lalu bagaimana caranya agar bisa menemukan karakter yang kita inginkan di dalam hidup? Inilah 3 cara yang semoga bisa membantu dalam menemukan karakter yang kamu inginkan!

1. Bertanya Kepada Diri Sendiri

Memang ini sepertinya agak nyeleneh, tetapi jika dipikirkan secara mendalam, berbincang dengan diri sendiri sangatlah perlu, nyatanya memahami diri sendiri lebih susah ketimbang memahami orang lain. Seringkali kita merasa sudah paham dengan sifat dan karakter orang lain, sedangkan kita sendiri belum mengenali diri sendiri. Permasalahan ini sering dianggap sepele, namun memiliki efek yang perlente.

Bertanyala kepada dirimu sendiri, bagaimana hidup yang dimaui oleh dirimu, diskusikan persoalan kenyaman hidup yang dijalani, lalu buatlah kesimpulan yang membuatmu merasa bisa nyaman dan bahagia. Bisa menjalani hidup dengan hasil pemikiran sendiri lebih nikmat ketimbang mengikuti pemikiran orang lain.

2. Cari Lingkungan yang Membuatmu Nyaman

Ini merupakan tahap yang lebih susah, karena tak semua lingkungan bisa menerimamu dengan nyaman. Selain rumah, tentunya kamu harus memiliki rumah kedua yang bisa menerimamu apa adanya. Rumah kedua yang dimaksud di sini adalah seperti lingkungan pertemanan yang sehat, lingkungan pertemanan yang bisa membuatmu terpacu untuk berkembang. Dengan melewati tahapan ini, secara perlahan-lahan kita akan merasakan sifat dan karakter kita yang selama ini ditahan-tahan karena berada di lingkungan yang membuatmu tak nyaman dan kaku.

3. Hiduplah atas Pemikiranmu Sendiri

Setelah kedua tahap terlewati, sudah seharusnya kamu memiliki pemikiran sendiri atas apa yang akan kamu lakukan dalam hidup. Originilatas pemikiranmu yang nantinya akan jadi karakter yang melekat pada dirimu. Tak usah takut ketika pemikiranmu bertabrakan dengan kebanyakan orang, justru itulah ciri khas yang harus depertahankan apabila memilikinya.

Namun ingat, dengan pemikiran-pemikiranmu harus berhati-hati juga agar tidak merugikan orang lain. Perlu dicatat juga, tak harus memaksakan mencari diferensiasi dengan orang lain agar dirimu hanya agar terlihat berkarakter.

Ketika memaksakan agar terlihat untuk berbeda dalam segala hal, justru akan membuatmu kaku dan saklek. Tak selamanya pemikiran harus dituangkan, maka pilihlah secara bijak agar tetap menjaga citra karakter yang telah dibangun.

Itulah 3 cara menemukan karakter diri agar tidak krisis identitas. Menjadi berkarakter memang menyenangkan, tetapi janganlah berkarakter yang selalu oposisi dalam segala hal. Dinamis saja, ketika semua orang sibuk dengan diferensiasi, menjadi diri sendiri adalah hal yang terpuji.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak