Bulan suci Ramadan tak lama lagi akan berakhir. Tandanya sebentar lagi lebaran akan datang. Bagi banyak muslim di Indonesia maupun di dunia, waktu tersebut adalah salah satu momen terbaik untuk berkumpul dan merayakannya dengan keluarga.
Namun, hal tersebut tentunya tidak semenyenangkan itu bagi banyak anak muda. Saat waktu lebaran Idul Fitri tiba, saat itulah waktu ketika bibi, paman, bude, pakde, kerabat yang lebih tua, maupun tetangga akan menanyakan beberapa pertanyaan-pertanyaan horor bagi para anak muda.
Berikut adalah 10 pertanyaan yang paling dihindari anak muda, saat lebaran:
1. Kapan nikah? Sudah ada calon kan?
Bagi kamu yang sudah lulus dan mendapatkan pekerjaan, pertanyaan kapan nikah dan pertanyaan tentang calon memang tidak bisa dihindari ketika saat lebaran nanti. So, siapkan jawabannya mulai dari sekarang ya!
2. Kerja di mana sekarang? Berapa gajinya?
Pertanyaan bekerja di mana biasanya sering kali di dapatkan bagi kamu yang baru saja lulus kuliah atau pun lulus sekolah. Jangan ragu buat jawab jujur ya, siapa bibi atau paman kamu mau menawari lowongan pekerjaan.
3. Sekarang sampai mana skripsinya? Kapan wisuda?
Pertanyaan ini menjadi momok tidak hanya saat momen lebaran saja. Bagi kamu yang sedang menempuh semester akhir, pertanyaan ini memang sering menjadi makanan sehari-sehari. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, selalu semangat, dan jangan menyerah ya!
4. Sudah punya pacar atau belum? Mau Tante kenalin nggak?
Tidak hanya pertanyaan kapan menikah, menjawab pertanyaan ini juga seperti mempertaruhkan diri di depan keluarga karena status kejombloan kita akan terbongkar di keluarga besar. Syukur-syukur Tante kalian punya kenalan yang oke punya? Jangan lupa gas ya.
5. Kuliah di mana? Jurusan apa? Sekarang semester berapa?
Pertanyaan kuliah di mana juga menjadi salah satu pertanyaan yang cukup meresahkan. Apalagi bagi kamu yang baru saja lulus sekolah menengah dan masih harus menunggu jadwal tes masuk karena belum beruntung diterima lewat jalur undangan. Jangan lupa belajar dan semangat terus ya!
6. Sekarang kok kamu gendutan, ya? Berapa kilo nih, sekarang?
Siap-siap saja pertanyaan ini akan kamu dapatkan dari kerabat kamu. Apalagi jika kalian lama tidak bertemu. Pertanyaan atau bahkan bisa disebut pernyataan tersebut memang terdengar sedikit menyebalkan. Jika kamu mendapatkan pertanyaan ini dan tidak mau menjawabnya, cukup jawab dengan kekehan saja, ya.
7. Kemarin teman kamu sekolah baru saja lahiran, kamu kapan hamil?
Setelah selesai dengan pertanyaan kapan menikah, pertanyaan yang akan kamu dapatkan dengan status yang sudah tidak melajang tersebut adalah 'kamu kapan hamil?'.
Memang tidak ada habisnya bukan?
8. Kemana saja? Kok jarang main kesini?
Pertanyaan tersebut akan kamu dapatkan jika kamu dan kerabat kamu memang jarang sekali bertemu. Mungkin saja mereka lupa, jika kamu saat hari-hari biasa sedang berkuliah ataupun bekerja di luar kota. Sehingga memang sudah jarang menyambangi rumah kerabatmu itu.
9. Mana THR-nya nih? Katanya sudah kerja?
Belum selesai dengan pertanyaan 'di mana sekarang kamu bekerja?' setelah itu akan muncul pertanyaan baru lagi, yaitu di mana bagian THR untuk keponakan-keponakanmu? Jadi, jangan lupa untuk kamu siapkan juga ya jawabannya! Kamu juga dapat menyertakan amplop-amplop kecil untuk keponakan-keponakan kecilmu.
10. Kapan rencana nambah momongan lagi?
Setelah memiliki anak, kamu akan mendapatkan pertanyaan lanjutan lagi mengenai rencana nambah adik untuk anakmu sekarang.
Bagaimana harus menyikapi jika pertanyaan-pertanyaan itu?
Bagi beberapa orang, pertanyaan-pertanyaan tersebut memang terkesan biasa. Bisa saja pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bentuk perhatian mereka kepada kamu loh!
Dilansir laman berita BBC News, Roslina Verauli, salah seorang Psikolog atau yang terkenal dengan si 'Ugly Duckling' tempat curhat para remaja, mengatakan bahwa, pertanyaan-pertanyaan tersebut memang bagian tak terpisahkan dari budaya kolektif, dan merupakan cara bagi mereka-para kerabat yang lebih tua untuk lebih dekat dengan muda-mudi seperti kalian.
"Jangan langsung berpikir bahwa mereka sedang menekan kamu, jika kamu memiliki akan budaya saat lebaran, kamu tidak akan mudah tersinggung," kata Roslina.
Adanya pertanyaan-pertanyaan itu sebagai jalan untuk menciptakan kedekatan satu sama lain antar sanak saudara. Hal itulah yang membuat para kerabat saling menanyakan pertanyaan yang mungkin sebenarnya terlalu pribadi untukmu. Apalagi, kamu dan kerabatmu memang jarang bertemu, bagi Roslina hal tersebut lumrah untuk ditanyakan sebagai sanak saudara.
Jika kamu merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kerabatmu, kamu bisa mengalihkannya dengan pertanyaan-pertanyaan lain, misalnya :
"Masak Opor nggak nih, Tante? Pengen cobain juga dong,"
"Nastar Tante enak banget nih, tahun ini bikin kan Tante?"
"Budhe tambah cantik aja nih,"
"Baju lebarannya cucok banget nih, Tante. Jahit di mana?"
"Tante apa kabar nih, lama nggak ketemu,"
Menjawab pertanyaan yang bagimu sedikit privasi
Lalu, ketika kamu menerima pertanyaan horor mengenai kapan menikah, atau kapan memiliki momongan, menurut Psikolog Pingkan Rumondor, dari Bina Nusantara University, kamu hanya perlu meresponnya dengan senyuman dan berkata jujur.
"Jawablah pertanyaan itu senyaman kamu. Jika kamu merasa pertanyaan itu terlalu personal, cukup jawab dengan 'saya nggak tahu', dan cobalah untuk menjauh,"
Menurut Pingkan, pertanyaan-pertanyaan yang sudah dirasa terlalu personal memang tidak ada kewajiban, untuk kamu jawab.