facebook

5 Karakter Anak Perempuan Pertama di Rumah, Kamu Setuju?

Nanik Srisunarni
5 Karakter Anak Perempuan Pertama di Rumah, Kamu Setuju?
Ilustrasi wanita (Unsplash.com)

Terlahir sebagai anak perempuan pertama dalam keluarga membuat kamu sering kali ingin terlihat kuat dan tidak mau terlihat lemah di hadapan adik-adikmu.

Hal ini kemudian membuat kamu sering menyimpan setiap keluh kesah seorang diri tanpa mau membaginya dengan adik-adikmu dan juga keluarga.

Karakter ini melekat pada kamu dan kamu pun harus mengakuinya. Karekter di bawah ini bisa jadi sesuai dengan kamu, atau bahkan tidak. Namun tidak ada salahnya jika kamu mau membacanya.

1. Ingin terlihat kuat

Anak perempuan akan ingin terlihat kuat dan menyembunyikan kelemahannya ketika ia menjadi anak pertama dalam keluarganya.

2. Bisa diandalkan

Anak perempuan sulung biasanya akan menjadi sosok yang diandalkan oleh keluarga karena sudah terbiasa menelan pahit manisnya kehidupan dibandingkan dengan adik-adiknya. Maka dari itu, mereka seringkali menjadi contoh bagi adik-adiknya dan dituntut uuntuk bisa jadi panutan.

3. Cerewet dan galak

Tak heran jika kak Ros dalam serial animasi Upin dan Ipin memiliki karakter cerewet dan galak. Pasalnya, hal itu menggambarkan karakter anak sulung yang demikian. Walaupun begitu, anak perempuan sulung sebenarnya sangat menyayangi adik-adiknya dan tidak ingin jika adiknya terluka, sehingga cenderung galak dalam mengingatkannya.

4. Gampang stres

Anak perempuan sulung akan memiliki resiko stres yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan saudara lainnya. Hal ini karena anak perempuan sulung menyadari bahwa ia harus bersikap sedemikian rupa agar adik-adiknya dapat mencontohnya dengan baik.

Mereka terkadang mengesampingkan unek-unek yang harusnya diekspresikan dan memilih untuk terlihat baik-baik saja. Hal inilah yang membuat anak perempuan sulung terkenal suka marah-marah tidak jelas.

5. Memiliki empati yang tinggi

Anak perempuan sulung biasanya memiliki empati yang tinggi. Hal ini karena mereka terbiasa dididik oleh orang tua mereka dan lingkungan untuk mendidik dan mengayomi adik-adiknya, sehingga karakter ini terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari.

Terlepas benar tidaknya kelima karakter di atas, ada baiknya kamu untu mengambil hikmah dan sisi positif dari ulasan di atas. Tak ada salahnya juga jika kamu merasa tidak setuju sehingga kamu boleh sekali untuk meninggalkan sanggahan di kolom komentar.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak