facebook

Kamu Tidak Baik-Baik Saja? Begini Cara Mengungkapkannya pada Pasanganmu

Winda Luthfia
Kamu Tidak Baik-Baik Saja? Begini Cara Mengungkapkannya pada Pasanganmu
Ilustrasi pasangan (https://unsplash.com/@henrihere)

Mengungkapkan kondisi mental pada pasangan masih menjadi trust issue bagi sebagian orang. Kamu mungkin akan bingung, kapan mengungkapkannya, bagaimana caranya, dan respon apa yang akan kamu dapatkan nantinya.

Namun, tahukah kamu kalau mengungkapkan kondisi kita yang sebenarnya dengan pasangan dapat membantumu untuk selalu berkata jujur pada pasangan, sehingga dapat memperlancar komunikasi, mencegah kesalahpahaman dan ketegangan yang tidak perlu, kata Claudia de Llano, LMFT, yang merupakan terapis pernikahan.

Kapan sebaiknya mengungkapkan kondisi kesehatan mentalmu?

Berikut adalah beberapa saran dari Claudia, kapan sebaiknya kamu dapat mengungkapkan kondisi kesehatan mentalmu kepada pasangan:

  • Ketika kamu benar-benar merasa nyaman dengannya

Jika kamu sudah mengenalnya dengan baik dan merasa nyaman, mungkin kamu dapat menceritakan kondisi kesehatan mentalmu padanya.

  • Ketika kamu sudah menerima kondisimu

Kamu mungkin membutuhkan waktu untuk memahami kondisimu sendiri, maka dari itu yang mengerti tentang kesiapanmu untuk mengungkapkan kondisi kesehatan mentalmu, adalah kamu sendiri.

  • Saat kamu mengetahui kondisimu

Bagi sebagian pasangan yang sudah lama berhubungan, bisa jadi ketika kondisi mentalnya tidak baik mereka akan langsung menceritakannya, tujuannya untuk mendapat dukungan dari pasangannya itu.

  • Ketika kondisinya sudah jelas

Apa yang telah kamu atau pasanganmu alami tentunya secara tidak langsung memengaruhi perilakumu dengan pasangan. Kamu dapat menceritakan semuanya mengapa kamu bersikap demikian jika kamu memang sudah benar-benar siap dengan kondisimu.

  • Jika kamu membutuhkan dukungan

Saat kondisi hubungan kalian semakin runyam karena masalah kesehatan mental, kamu dapat langsung mengungkapkannya pada pasanganmu agar mendapatkan dukungan.

  • Saat kondisi kesehatan lain sedang dibahas

Jika kamu dan pasangan sedang membicarakan kondisi kesehatan fisik, kanu bisa mengemukakan kondisi kesehatan mentalmu juga.

Bagaimana cara mengungkapkan kondisi kesehatan mentalmu pada pasangan?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mengungkapkan kondisi mentalmu kepada pasanganmu:

1. Beri tahu pasanganmu bahwa kamu ingin berbagi sesuatu yang pribadi dengan mereka

Dengan adanya pembicaraan ini, dapat membantumu dengan pasangan agar lebih menyadari seberapa penting saling mengerti dan memahami kondisi kesehatan mental pasangannya.

2. Jangan memancing dengan pertanyaan

Jika kamu ingin mengetahui kondisi kesehatan mentalmu jangan menjebak atau memancingnya dengan pertanyaan secara langsung seperti "Bagaimana perasaanmu tentang kesehatan mentalmu?" atau “Apa pendapatmu tentang orang-orang dengan kondisi X?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjebakmu kembali dengan situasi yang lebih canggung dengan pasanganmu.

3. Beri tahu secara langsung dengan jujur

Beri tahu pasanganmu tentang kondisimu secara langsung dan lugas. Misalnya, de Llano mengatakan dialognya bisa seperti ini: “Saya hidup dengan kondisi X. Ini bukan siapa saya, tetapi sesuatu yang memengaruhi hidup saya. Ini adalah beberapa gejala yang saya alami…”

4. Berikan contoh

Setiap orang mengalami kondisi kesehatan mental yang berbeda. Akan sangat membantu untuk membagikan beberapa contoh konkret gejala yang kamu alami kepada pasanganmu sehingga mereka dapat memahami kondisi yang kamu alami.

Misalnya, kamu dapat mengatakan, ”Terkadang saya merasa sangat cemas sehingga sulit untuk berpikir. Saya tidak bisa fokus pada pekerjaan saya, dan itu membuat saya lebih cemas.”

5. Tanyakan apakah pasanganmu memiliki pertanyaan

Bertanya kepada pasangan bagaimana perasaan mereka, apakah mereka memiliki pertanyaan untukmu, dan apakah mereka tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kondisimu adalah hal yang bagus. Hal ini dapat membantu mereka komunikasi kalian selanjutnya.

6. Melatih percakapan terlebih dahulu

Jika kamu merasa gugup untuk melakukan percakapan ini dengan pasanganmu, mungkin kamu bisa merencanakan terlebih dahulu apa yang akan kamu katakan sebelumnya, dan mempraktikkannya sendiri atau dengan teman dekat, anggota keluarga, atau terapis terlebih dalulu.

7. Merawat diri

Perawatan diri penting pada saat seperti ini. Kamu bisa memeriksa diri sendiri dan melihat bagaimana perasaanmu saat itu. Jika kamu merasa resah menyimpan kondisimu sendiri, maka kamu bisa mengatakannya dengan pasanganmu langsung.

Mengungkapkan kondisi kesehatan mentalmu kepada pasangan mungkin bisa sangat menegangkan. Namun, jika kamu ingin memiliki kesempatan untuk saling terbuka dan lebih dipahami serta didukung secara mendalam, penting untuk memberi tahu mereka tentang kondisimu.

Semoga melalui berbagi dan penerimaan yang ikhlas, pasanganmu akan berempati, lebih mendukungmu, dan berkomitmen untuk bertumbuh bersama. Jika kamu memang bersama orang yang tepat, berbagi pengalaman dapat memperkuat hubungan dengan membangun kepercayaan dan saling mendukung.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak