facebook

Lakukan 5 Cara Detox Dopamine Ini, Khusus Kamu yang Kecanduan Gawai

Anisa Rachma Agustina
Lakukan 5 Cara Detox Dopamine Ini, Khusus Kamu yang Kecanduan Gawai
Ilustrasi Kecanduan Gadget (Pexels/Andrea Piacquadio)

Detox berfungsi untuk menyeleksi hal yang harus masuk ke otak dan hal yang tidak perlu masuk ke otak, supaya otak dapat mengontrolnya. Sedangkan dopamin merupakan salah satu senyawa kimia organik yang berasal dari katekolamin dan fenetilamina. Fungsi dari dopamin adalah sebagai hormon dan neurotransmiter yang memiliki peran penting dalam tubuh dan otak. Jadi dopamin adalah sebuah hal yang memicu kita menginginkan sesuatu sehingga kita ingin merealisikan hal tersebut. Otak kita akan mengutamakan aktivitas yang dianggap menyenangkan dan membahagiakan.

Semua hal yang kita lakukan dan menghasilkan kenikmatan mempunyai efek dopamin. Seperti bermain gadget, menonton TV, menonton film. Banyak hal yang membahagiakan yang kita dapat dari aktivitas scroll gadget yang terkadang membuat kita melupakan beberapa aktivitas karena keasyikan menonton film, menonton YouTube, scroll Instagram, TikTok, Twitter dan Facebook.

Apabila aktivitas ini tidak dikendalikan maka kita akan kehilangan waktu produktif kita untuk melakukan berbagai hal. Detox dopamin berfungsi untuk dapat mengontrol otak kita supaya tidak kecanduan dengan sosial media. Ketika kita akan menghabiskan hari kita dengan berselancar di dunia maya yang mengakibatkan beberapa pekerjaan terbengkelai. Dalam artikel ini kami akan membahas 5 cara detox dopamin.

Berikut merupakan 5 metode detox dopamin, khusus kamu yang kecanduan gadget:

1. Buat Jadwal Penggunaan Gadget

Cobalah untuk membuat jadwal penggunaan gadget. Ada beberapa aktivitas lain yang lebih mengasikan selain bermain gadget. Seperti berolah raga, memasak, membaca buku, menulis dan mengerjakan hobimu. Jadwal bisa dicoba dengan memberikan waktu khusus ketika bermain gadget seperti saat jam istirahat atau jam santai setelah semua pekerjaan telah selesai.

Ketika kamu konsekuen dengan jadwal yang sudah kamu buat maka perlahan kamu akan terbiasa dan tidak kecanduan gadget lagi.

2. Beri Konsekuensi atau Hukuman Ketika Kamu Melanggar

Setelah jadwal dibuat tugasmu adalah konsekuen untuk mengikuti jadwal tersebut. Dan dari konsekuensi jadwal tersebut kamu bisa memberikan hukuman untuk dirimu sendiri ketika melanggar. Misalnya dalam jadwal yang kamu buat kamu memiliki waktu 3 jam untuk bermain sosial media dan menonton YouTube. Maka apabila dalam sehari kamu melebihi waktu 3 jam dalam bermain sosial media maka kamu harus menerima hukuman. Pilih hukuman yang bisa menjadikanmu produktif dan bermanfaat, seperti push up atau hukuman dengan denda.

3. Mengalihkan Aktivitas Bermain Gadget dengan Hal yang Bermanfaat

Orang melampiaskan kekesalan aktivitas seharian dengan bermain gadget karena semua hiburan terkumpul di sana. Coba untuk mengganti aktivitas scroll media sosial dengan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti membantu ibu, membersihkan rumah, menata pakaian dan beberapa aktivitas lainnya.

4. Melakukan Aktivitas Fisik

Saat kamu hanya menghabiskan waktu untuk rebahan sembari bermain gadget, kamu akan membuat tubuhmu semakin lemas karena kurang gerak dan olah raga. Coba beberapa kreativitas fisik yang membuatmu semakin sehat seperti joging, bermain sepeda, push up, shit up atau beberapa aktivitas fisik yang dapat menjadikan tubuhmu bugar.

5. Menghapus Aplikasi yang Membuat Candu

Beberapa aplikasi membuat para penggunaanya candu, saat kamu berada pada puncak kecanduan yang tidak bisa ditolerir. Coba hapus aplikasi tersebut supaya tidak ada yang bisa mengganggu aktivitas anda lagi. Dengan menghapus aplikasi candu tersebut anda akan membiasakan diri untuk tidak bermain gadget seharian.

Itu merupakan 5 cara detox dopamin supaya hidup anda lebih produktif dan bermakna. Dunia ini luas banyak hal bisa dilakukan bukan hanya rebahan dan bermain gadget dan scroll media sosial saja. Jadilah bermanfaat untuk orang-orang disekitar.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak