facebook

Prokrastinasi: Fakta dan Cara Usir Sikap Menunda yang Bikin Rugi

Gustya Revor
Prokrastinasi: Fakta dan Cara Usir Sikap Menunda yang Bikin Rugi
ilustrasi orang bekerja (Pexels)

Mungkin kalian pernah merasa malas mengerjakan PR yang diberi tenggat waktu satu minggu sehingga baru menyelesaikan pada H-1 deadline. Atau pernah menunda melakukan suatu pekerjaan lain karena pikiran "ah bisa dikerjakan nanti, masih banyak waktu" sehingga kalian memanfaatkannya untuk berleha-leha hingga kalian terkejut bahwa hari ini merupakan batas pengumpulan dan laporan. Merugikan bukan?

Hal itu merupakan salah satu sikap prokrastinasi atau sikap menunda-nunda. Orang-orang biasa melakukan prokrastinasi karena mereka berpikiran mengerjakan tugas di H-1 hari deadline akan memberikan semangat yang lebih besar untuk menyelesaikannya. Di sisi lain, orang memiliki bayangan yang salah mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu tugas hingga pekerjaan menjadi tidak selesai, tidak teliti atau bahkan terbengkalai.

Menurut kampuspsikologi.com, ada 2 tipe prokrastinasi yang terjadi di kehidupan sehari-hari:

  1. Prokrastinasi aktif. Prokrastinasi ini adalah yang paling sering ditemukan di keseharian, karena menggambarkan orang yang merasa lebih tertantang mengerjakan sesuatu mepet dengan deadline sehingga kreativitasnya akan lebih berjalan dan pikirannya bisa mengalir. Misalnya seperti di awal tadi, orang akan mengerjakan PR mendekati deadline karena merasa kreativitasnya lebih berkembang.
  2. Prokrastinasi pasif. Prokrastinasi ini menggambarkan pelaku yang kesulitan mengerjakan sesuatu dan memilih menundanya, karena dia bingung di mana dulu yang harus diperbaiki/diselesaikan.

Lalu bagaimana prokrastinasi itu muncul? Salah satu alasan yang paling besar adalah buruknya menejemen waktu. Seseorang tidak bisa menentukan skala prioritas suatu pekerjaan, hasilnya pekerjaan yang lebih penting bisa saja terbengkalai. Ini termasuk juga dalam adanya nias dalam preferensi waktu kedepan yang mencakum inkonsistensi waktu. Misalnya adalah mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi memilih berjalan-jalan dengan teman daripada harus merevisi bagian yang dicoret dosen meski tenggat waktu masih dua minggu untuk bimbingan.

Ferrari, dkk (1995) menggambarkan ciri-ciri orang yang melakukan prokrastinasi dalam 4 macam:

  • Penundaan untuk memulai dan mengerjakan tugas
  • Keterlambatan menyelesaikan tugas karena melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan
  • Kesenjangan waktu antara rencana dan apa yang sedang atau akan dikerjakan
  • Lebih senang melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan

Dikutip dari eprints.unm.ac.id, kendati prokrastinasi memiliki pengaruh positif seperti meningkatnya gairah dan kreativitas dalam mengerjakan dibawah tekanan, namun hal ini tidak terlepas dari dampak buruk yang didapat, antara lain adalah munculnya rasa bersalah karena tidak mengerjakan secara maksimal, kurang optimalnya isi tugas yang dikerjakan hingga mendapat sanksi dari guru/dosen atau bos kalian.

Bagaimana mengatasi prokrastinasi? Dilansir dari satupersen,net, berikut adalah cara untuk menghindarkan dan mencegah diri melakukan prokrastinasi:

1. Ubah Cara Pandang

Coba tanyakan pada diri sendiri, apa sih manfaat kalian menyelesaikan tugas ini? Mengapa kalian harus mengerjakan tugas ini? Mengubah cara pandang membuat kalian dapat mengetahui lebih dulu manfaat mengerjakan sesuatu sesegera mungkin dan dampak kedepannya, sehingga akan lebih bersemangat mengerjakannya.

2. Fokuskan Pada Kenyataannya

Coba tanyakan pada diri sendiri (lagi): sanggup nggak kalian memenuhi jadwal yang sudah kalian buat? Kalian bisa memindahnya ke waktu yang tepat dalam satu hari itu. Misal kalian berencana ikut kelas yoga rutin di pagi hari, namun karena kalian harus bekerja/sekolah, kalian bisa pindah ke jadwal sore hari.

3. Tentukan Prioritas dan Buat Persiapan

Tugas atau pekerjaan yang terlalu menumpuk akan membuat kalian malas mengerjakannya. Kalian bisa membagi tugas tersebut, mengurutkannya dari yang terkecil/ringan hingga berat. Lalu siapkan hal-hal yang diperlukan untuk mengerjakannya sesegera mungkin, hal ini akan membuat pekerjaan kalian lebih ringan.

4. Jangan Alasan Menunggu Mood!

Kebanyakan alasan seperti menunggu mood, menunggu perangkat yang rusak diperbaiki, internet lemot dan lainnya hanya akan membuat kalian semakin tenggelam dengan penundaan.

Itu dia fakta dan cara mengusir kebiasaan menunda-nunda! Praktekkan yuk!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak