Menuntut ilmu di luar kota menjadi pilihan beberapa pelajar. Beragam alasan turut menyertai. Baik karena menginginkan suasana baru maupun demi memperoleh pendidikan berkualitas.
Jika dilihat sekilas, kehidupan sebagai mahasiswa rantau cukup menyenangkan. Padahal menjadi seorang mahasiswa rantau bukan hanya kegembiraan.
Kamu harus siap menghadapi tantangan yang menanti. Bisa saja kamu bertemu dengan orang yang memiliki karakter keras. Circle pertemanan yang tergolong toksik. Maupun kerinduan akan kampung halaman.
Baca Juga: Waspada Gejala Post-Holiday Blues, Lakukan 4 Hal Ini untuk Mengatasinya!
Bagi kamu yang memutuskan menjadi mahasiswa rantau, inilah 5 tantangan yang harus dihadapi.
1. Harus belajar mandiri

Keputusan menjadi mahasiswa rantau memang tidak mudah. Kamu harus siap berpisah dengan orang-orang terdekat. Contohnya kamu berpisah dengan orang tua, saudara, maupun sahabat dekat. Tidak jarang perpisahan sementara tersebut membuatmu rapuh dan tidak berdaya.
Tentu saja ini jadi tantangan bagi mahasiswa rantau. Tinggal terpisah dengan orang-orang terdekat, kamu harus belajar mandiri.
Jika biasanya butuh apapun ada yang membantu, sekarang kamu harus bisa menyelesaikannya sendiri. Kamu dituntut menjadi pribadi yang tidak mudah bergantung dengan orang lain.
2. Perbedaan budaya

Perbedaan budaya selalu ada ketika kamu pergi keluar daerah. Baik dari logat bicara, kebiasaan sehari-hari, maupun cara mereka memperlakukan seseorang. Tidak jarang kamu merasa asing di tengah lingkungan yang baru. Bahkan susah membaur.
Tantangan ini harus kamu hadapi sebagai mahasiswa rantau. Kamu akan berhadapan dengan orang dari berbagai latar belakang.
Baca Juga: 5 Alasan yang Membuat Orang Kesulitan untuk Beristirahat, Dianggap Malas
Tidak jarang perbedaan tersebut bikin kamu gak nyaman. Rasanya ingin segera kembali ke kampung halaman dan membaur dengan budaya daerah sendiri.
3. Homesick

Menjadi seorang perantau tidaklah mudah. Sebagaimana yang kita tahu, kehidupan di tanah rantau sangat keras. Selain sibuk dengan berbagai urusan, kamu juga harus bisa menahan rindu pada kampung halaman. Terkadang ini membuatmu lemah dan tidak bersemangat.
Kamu terjebak pada masa-masa homesick. Apalagi jika ini merantau untuk yang pertama kali. Bayangan akan kampung halaman terus mengikuti.
Kadang sampai bikin kamu hilang fokus dan konsentrasi. Rasanya ingin segera pulang dan bertemu orang-orang terdekat.
4. Cermat mengatur keuangan

Jika saat tinggal di rumah, mungkin orang tua masih membantumu dalam mengelola keuangan. Ketika ada keputusan mendesak, kamu bisa dengan mudah meminta bantuan orang-orang sekitar.
Tapi lain halnya saat kamu sudah menjadi mahasiswa rantau. Pengelolaan keuangan sepenuhnya ada di tanganmu.
Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Kamu Pelajari Lewat Internet, Lebih Produktif di 2023!
Tantangan ini tergolong berat bagi kamu yang menjadi mahasiswa rantau. Saya tidak siap di rumah harus cermat mengatur keuangan.
Termasuk mengalokasikannya dengan tepat agar bisa memenuhi sebuah kebutuhan. Entah kebutuhan pribadi, kebutuhan kuliah, maupun kebutuhan lain yang sekiranya mendesak.
Menjadi seorang mahasiswa rantau bukan sekadar bersenang-senang. Tadi kamu juga harus siap dengan berbagai tantangan yang menanti.
Entah tantangan dari dalam diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Jika mampu melewati tantangan tersebut, kamu terbentuk menjadi manusia yang lebih ulet dan berkualitas.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS