Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026

M. Reza Sulaiman | Natasya Regina
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
Museum of Innocence (dok. Netflix)

Netflix resmi menetapkan Februari 2026 sebagai waktu tayang untuk Museum of Innocence, serial drama Turki yang diadaptasi dari novel legendaris karya peraih Nobel Sastra, Orhan Pamuk. Proyek ini menjadi salah satu adaptasi sastra yang paling dinanti, mengingat novel aslinya telah diakui secara internasional dan memiliki basis penggemar yang kuat di berbagai negara.

Serial ini disutradarai oleh Zeynep Günay, yang sebelumnya dikenal lewat karya The Club dan Bride of Istanbul. Sementara itu, naskahnya ditulis oleh Ertan Kurtulan, sosok di balik kesuksesan serial Insider. Kolaborasi ini menjanjikan pengolahan cerita yang emosional, sinematik, dan sarat akan lapisan makna.

Latar Istanbul dan Kisah Cinta yang Kompleks

Museum of Innocence mengambil latar Istanbul dalam rentang waktu 1975 hingga 1984, sebuah periode yang menjadi saksi perubahan sosial dan emosional para tokohnya. Netflix menggambarkan serial ini sebagai “narasi berlapis-lapis tentang cinta, kebahagiaan, obsesi, kerinduan, dan kesempatan yang terlewatkan.”

Cerita berpusat pada Kemal, seorang pengusaha muda dari keluarga elit Istanbul yang diperankan oleh Selahattin Paal. Hidupnya berubah ketika ia jatuh cinta pada Füsun, kerabat jauhnya yang berasal dari latar belakang sederhana, yang diperankan oleh Eylül Lize Kandemir. Hubungan mereka berkembang dalam dinamika yang rumit, dipenuhi hasrat, ketidakpastian, dan luka emosional.

Sinopsis Museum of Innocence: Antara Cinta dan Obsesi

Melansir dari What’s on Netflix, kisah ini didorong oleh perasaan yang begitu dalam; Kemal mulai mengumpulkan benda-benda sehari-hari milik Füsun. Anting-anting, jepit rambut, hingga puntung rokok yang ditinggalkan sang kekasih menjadi bagian dari koleksi pribadinya. Bagi Kemal, setiap benda menyimpan memori dan makna emosional yang tidak tergantikan.

Melalui kebiasaan ini, cerita mengajak penonton mempertanyakan batas antara cinta dan obsesi. Apakah tindakan Kemal merupakan bentuk kasih sayang yang ekstrem atau justru cerminan keterikatan emosional yang tidak sehat? Serial ini menggali tema kehilangan, penyesalan, dan cara manusia bertahan dari perasaan yang tidak tersampaikan.

Tayang Menjelang Hari Valentine

Serial yang terdiri atas sembilan episode ini dijadwalkan tayang di Netflix pada 13 Februari 2026, tepat menjelang Hari Valentine. Penempatan tanggal rilis tersebut memperkuat posisi Museum of Innocence sebagai tontonan romantis yang kelam dan reflektif, bukan sekadar kisah cinta manis biasa.

Adaptasi ini diambil dari novel terlaris berjudul sama yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa dan dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Popularitas novel tersebut bahkan mendorong Orhan Pamuk membuka museum nyata di Istanbul pada 2012 yang memamerkan benda-benda simbolik dari cerita dan memperkuat ikatan antara fiksi dan realitas.

Jejak Sastra yang Berlanjut ke Layar

Kisah Museum of Innocence dikenal sebagai salah satu karya Orhan Pamuk yang paling personal dan emosional. Melalui perjalanan hidup Kemal, cerita ini mempertanyakan makna cinta, penderitaan, kebahagiaan, serta peristiwa-peristiwa kecil yang mampu mengubah arah hidup seseorang secara drastis.

Selain dua pemeran utama, serial ini juga didukung oleh jajaran aktor ternama Turki, termasuk Oya Unustas, Tilbe Saran, Bülent Emin Yarar, Gülçin Kültür ahin, dan Ercan Kesal. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya dinamika cerita dan memperdalam konflik antartokoh. Dengan reputasi novel aslinya dan pendekatan produksi yang serius, Museum of Innocence diprediksi menjadi salah satu drama Turki paling berkesan di Netflix pada 2026.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak