Pacaran beda agama, memanglah bukan hal baru di Indonesia, terutama dalam kisah percintaan para selebriti, seperti Mahalini dan Rizky Febian. Diketahui jika masing-masing pihak mempunyai keyakinan yang berbeda, Mahalini memeluk agama Hindu sedangkan Rizky Febian merupakan penganut agama Islam.
Meski tembok besar menghadang, tidak akan membuat kedua insan ini untuk menyerah. Sempat terdengar desas-desus bahwa Mahalini akan berpindah keyakinan menjadi seorang muslim. Namun, berita itu belum mendapatkan konfirmasi langsung dari wanita yang merupakan kelahiran Kota Bali tersebut.
Berikut ini ada sederet konsekuensi dari pacaran beda agama yang mau tak mau harus kamu hadapi.
1. Tantangan dalam menjalankan hubungan
Pacaran beda agama dapat menghadirkan tantangan dalam menjalankan hubungan, terutama jika pasangan tidak memiliki pemahaman yang sama tentang keyakinan masing-masing. Hal ini dapat menyebabkan konflik, dan membutuhkan usaha ekstra dalam memahami satu sama lain.
2. Konflik keluarga
Pacaran beda agama dapat menyebabkan konflik di antara keluarga pasangan, terutama jika mereka memiliki keyakinan yang kuat dan konservatif. Orang tua dan keluarga dapat merasa keberatan dengan hubungan ini, sehingga dapat menimbulkan masalah dalam keluarga.
BACA JUGA: 4 Kiat Menjalani Pacaran Beda Agama, Jangan Egois!
3. Kesulitan dalam menentukan agama anak
Jika pasangan menikah dan memiliki anak, mereka harus menentukan agama apa yang akan dianut oleh anak mereka. Hal ini dapat menjadi konflik besar dalam hubungan jika pasangan tidak memiliki kesepakatan yang jelas tentang hal ini.
4. Menghadapi tekanan sosial
Pacaran beda agama dapat menghadirkan tekanan sosial dari masyarakat, terutama di masyarakat yang lebih konservatif. Orang dapat mengkritik pasangan karena berbeda agama, dan hal ini dapat membuat pasangan merasa tidak nyaman dan stres.
5. Sulitnya menemukan kesamaan dalam ritual agama
Agama memiliki ritual dan praktik yang berbeda-beda, dan jika pasangan memiliki agama yang berbeda, mereka mungkin kesulitan menemukan kesamaan dalam praktik keagamaan mereka. Hal ini dapat membuat pasangan merasa kurang terhubung satu sama lain, terutama jika agama menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Meskipun pacaran beda agama dapat membawa dampak negatif, hubungan ini tetap dapat berhasil jika pasangan memiliki komitmen yang kuat untuk saling menghormati dan memahami keyakinan satu sama lain.
Pasangan juga dapat mencari dukungan dari masyarakat yang lebih terbuka dan inklusif untuk membantu mereka menghadapi tekanan sosial. Namun, penting untuk mempertimbangkan dampak dan konsekuensi dari pacaran beda agama sebelum memulai hubungan tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS