4 Tips Hadapi Anak yang Sering Menangis, Jangan Bereaksi Berlebihan!

Candra Kartiko | Dini Sukmaningtyas
4 Tips Hadapi Anak yang Sering Menangis, Jangan Bereaksi Berlebihan!
Ilustrasi anak menangis (Pexels/Jep Gambardella)

Anak-anak biasanya meluapkan emosi dan perasaan mereka dengan menangis. Hal tersebut adalah hal yang wajar, mengingat anak-anak masih dalam proses mengenal emosi belum sepenuhnya mampu menjelaskan perasaannya dengan baik.

Namun, sebagai orang tua, kita pasti kadang kesal jika anak menangis karena hal-hal kecil bahkan hingga tantrum, apalagi jika kita tidak mengetahui penyebabnya sama sekali.

Berikut ini adalah 4 cara yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika menghadapi anak yang sering menangis seperti dilansir dari laman Hello Sehat.

BACA JUGA: 5 Cara Menghadapi Pasangan yang Suka Lari dari Masalah, Ajak Berkomunikasi!

1. Beri anak kenyamanan

Anak berusia 2 hingga 4 tahun masih berada dalam tahap pengenalan emosi. Terkadang, anak tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya dan berujung keluar melalui tangisan.

Saat si Kecil menangis, orang tua bisa mendekat dan memeluknya untuk memberikan rasa nyaman. Sesekali usap punggung atau kepalanya agar ia merasa tenang.

2. Jangan bereaksi berlebihan

Jika si Kecil menangis di tempat umum, orang tua biasanya cenderung panik karena malu atau takut jika mengganggu orang lain.

BACA JUGA: Si Paling Independen! Ini 4 Zodiak yang Senang Melakukan Sesuatu Sendiri

Namun, hindari reaksi yang berlebihan seperti memarahi atau memukul anak. Hindari juga mendiamkan anak dengan cara membelikan sesuatu yang ia inginkan.

Saat berada dalam situasi tersebut, orang tua bisa membawa anak ke tempat yang sepi dan menenangkan anak secara perlahan tanpa memarahinya.

3. Latih anak untuk menjelaskan perasaan

Setelah si Kecil merasa tenang dan sudah berhenti menangis, orang tua bisa memintanya untuk menjelaskan apa yang sedang dirasakan oleh anak.

Tanyakan kepada anak apa yang ia inginkan, atau apa yang membuatnya sedih, kesal, maupun marah hingga menangis.

Dengan cara tersebut anak akan belajar untuk mengenal dan mengelola emosinya dengan baik.

BACA JUGA: 5 Strategi untuk Hidup Sehat di Era Digital, Berani Mencobanya?

4. Belajar meluapkan emosi

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencari tahu penyebab anak sering menangis. Apakah karena pola asuh yang kurang tepat, atau cara meluapkan emosi yang belum efektif.

Supaya anak tidak mudah menangis dan terbawa emosi, orang tua bisa mengajarkan anak untuk meluapkan emosinya dengan melakukan aktivitas tertentu.

Aktivitas yang bisa dilakukan contohnya menyanyi, menggambar, berolahraga, atau memainkan permainan yang disukai anak.

Itulah 4 cara untuk menghadapi anak yang cenderung mudah menangis atau cengeng. Namun, ingatlah untuk selalu validasi perasaan anak agar ia tidak merasa emosinya diabaikan.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak