Ada suara yang begitu lekat dengan Minggu pagi bagi jutaan anak Indonesia selama puluhan tahun: lagu pembuka Doraemon. Namun, sebuah era kini telah berakhir. Serial animasi legendaris Doraemon dikabarkan telah berhenti tayang di stasiun televisi RCTI setelah menemani penonton selama lebih dari tiga dekade.
Berdasarkan jadwal siaran resmi, Doraemon tidak lagi muncul dalam daftar program sejak 29 Desember 2025 dan absen dari slot khas Minggu pagi pada 4 Januari 2026. Kehilangan ini terasa begitu nyata, menandai pertama kalinya robot kucing dari masa depan itu benar-benar hilang dari jadwal siaran RCTI.
Kabar ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet berbagi kenangan masa kecil mereka, mengenang momen saat duduk di depan televisi bersama keluarga, menantikan alat ajaib apa lagi yang akan dikeluarkan dari kantong Doraemon untuk membantu Nobita.
Hingga saat ini, pihak RCTI belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, bagi banyak orang, hilangnya Doraemon dari jadwal siaran sudah cukup menjadi penanda akhir dari sebuah tradisi yang telah berlangsung selama 35 tahun.
Perjalanan Panjang Doraemon di Indonesia
Doraemon pertama kali menyapa penonton Indonesia pada tahun 1979 melalui TVRI, sebelum akhirnya menemukan rumahnya di RCTI sejak Desember 1990. Sejak saat itu, setiap Minggu pagi, petualangan Nobita, Doraemon, Shizuka, Giant, dan Suneo menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil banyak generasi.
Kisah tentang robot kucing yang dikirim dari masa depan untuk membantu seorang anak laki-laki yang malas dan ceroboh bukan hanya sekadar tontonan. Doraemon mengajarkan tentang persahabatan, keberanian, dan harapan. Alat-alat canggih seperti baling-baling bambu dan pintu ke mana saja menjadi simbol imajinasi tanpa batas yang menemani anak-anak Indonesia tumbuh.
Selama puluhan tahun, suara tawa Nobita, omelan ibu, dan nyanyian Giant menjadi soundtrack akhir pekan yang tak tergantikan.
Sebuah Harapan di Tengah Perpisahan
Meskipun kehadirannya di RCTI telah berakhir, masa depan penayangan Doraemon di Indonesia masih belum sepenuhnya jelas. Secercah harapan tetap ada. Beberapa pengisi suara yang terlibat dalam versi bahasa Indonesia mengonfirmasi bahwa proses sulih suara untuk episode-episode baru sebenarnya telah selesai dikerjakan.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Doraemon berpotensi kembali hadir melalui stasiun televisi lain atau platform yang berbeda, membuka babak baru bagi petualangan robot kucing biru ini di era modern.
Bagi jutaan orang yang tumbuh bersamanya, Doraemon bukan hanya sekadar kartun. Ia adalah teman masa kecil, pengantar imajinasi, dan bagian dari kenangan hangat keluarga. Meskipun tak lagi hadir di layar RCTI, jejak baling-baling bambu di langit kenangan penonton Indonesia akan tetap hidup.