Pasar action cam belakangan makin ramai. Banyak brand bermunculan dengan iming-iming harga murah dan spesifikasi tinggi. Tapi buat pengguna pemula sampai kreator yang butuh hasil pasti, nama DJI masih jadi pilihan paling aman.
Brand ini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sudah jadi standar di dunia action cam. Reputasinya kuat di sektor stabilisasi, kualitas gambar, ekosistem aksesori, hingga kemudahan workflow saat editing.
Memang ada satu konsekuensi yang harus diterima, yaitu harga kamera DJI rata-rata tidak murah. Namun seperti pepatah klasik di dunia gadget, kualitas hampir selalu berbanding lurus dengan harga.
Buat kamu yang serius bikin konten, entah untuk YouTube, TikTok, atau dokumentasi profesional, investasi di action cam DJI terasa lebih masuk akal dibanding harus gonta-ganti perangkat murah yang hasilnya nanggung.
Berikut lima seri DJI yang saat ini masih sangat layak dipertimbangkan.
1. DJI Osmo 360

DJI Osmo 360 bisa dibilang salah satu action cam paling revolusioner yang pernah dibuat DJI. Bukan sekadar kamera aksi biasa, perangkat ini membawa konsep pengambilan gambar 360 derajat dengan sensor 1 inch yang mampu merekam hingga resolusi 8K 30 fps selama 100 menit nonstop. Angka ini masih sulit ditandingi kompetitor.
Keunggulan utamanya ada pada fleksibilitas sudut pandang. Kreator bisa merekam dulu, menentukan framing belakangan saat proses editing. Detail gambar tajam, dynamic range luas, dan performa low light-nya jauh lebih baik dibanding kebanyakan kamera 360 lain.
Fitur stabilisasi RockSteady 3.0 dan HorizonSteady membuat footage tetap halus meski dipakai untuk aktivitas ekstrem. Ditambah empat mikrofon internal dan dukungan Osmo Audio, kamera ini cocok untuk kreator yang ingin naik kelas ke konten sinematik, POV ekstrem, atau transisi viral. Harga resminya berada di kisaran Rp7,5 hingga 9,5 jutaan tergantung paket penjualan.
2. DJI Osmo Action 6

Osmo Action 6 hadir sebagai kamera yang terlihat kalem, tapi performanya buas. Mengusung sensor 1/1,1 inch CMOS Square, kualitas gambarnya diklaim lebih bersih terutama saat merekam di kondisi minim cahaya. Kamera ini mampu merekam 4K 120 fps dengan rasio 4:3, sehingga lebih leluasa untuk cropping tanpa menurunkan kualitas secara drastis.
Daya tarik terbesar ada di sektor baterai. DJI mengklaim Osmo Action 6 bisa dipakai hingga 240 menit, sangat ideal buat kreator outdoor yang sering jauh dari colokan listrik. Ada juga fitur Starburst Mode yang membuat lampu malam terlihat lebih estetik, cocok untuk konten travel atau city night ride. Harganya bervariasi antara Rp4,4 sampai 9,2 jutaan sesuai kelengkapan paket.
3. DJI Osmo Action 5 Pro

Kalau harus memilih satu kamera DJI paling aman untuk semua tipe pengguna, Osmo Action 5 Pro hampir selalu jadi jawabannya. Kamera ini memakai sensor 1/1,3 inch generasi terbaru dengan chipset fabrikasi 4 nm yang membuat performanya kencang sekaligus efisien.
Kemampuan rekam 4K 120 fps, dukungan warna 10 bit D-Log M, dan RockSteady 3.0 membuat hasil video langsung terlihat profesional tanpa banyak sentuhan edit. Dua layar OLED touchscreen memudahkan penggunaan, bahkan di bawah terik matahari.
Nilai plus lainnya adalah internal storage 64 GB. Fitur ini terasa sepele, tapi sangat menyelamatkan saat pengguna lupa membawa microSD. Dengan bobot 146 gram dan waterproof hingga 18 meter, kamera ini cocok untuk vlogging, review produk, hingga dokumentasi kelas profesional. Bandrol harganya berada di kisaran Rp6 sampai 7,7 jutaan.
4. DJI Osmo Nano

Dari namanya saja sudah ketahuan konsepnya. Osmo Nano adalah action cam super mungil dengan bobot hanya 52 gram. Meski kecil, kemampuannya tidak bisa diremehkan. Kamera ini tetap bisa merekam 4K 60 fps dan sudah dibekali RockSteady 3.0.
Sistem magnetik menjadi daya tarik utama. Kamera bisa ditempel di topi, baju, atau helm tanpa perlu mounting ribet. Internal storage 128 GB dan ketahanan air hingga 10 meter membuatnya ideal untuk konten spontan tanpa persiapan panjang. Harganya relatif paling ramah, sekitar Rp4,9 sampai 5,7 jutaan.
5. DJI Osmo Action 4

Osmo Action 4 membuktikan bahwa DJI juga jago bermain di segmen value. Sensor 1/1,3 inch, warna 10 bit, dan rekaman 4K 120 fps membuatnya setara kamera flagship. Fitur magnetic quick release, native vertical video, dan dual touchscreen menjadikannya fleksibel untuk konten portrait maupun landscape.
Kamera ini juga waterproof hingga 18 meter dengan baterai yang awet untuk pemakaian panjang. Keunggulan lain ada pada ekosistem aksesorinya yang sangat melimpah di Indonesia, sehingga pengguna bebas mengustom sesuai kebutuhan. Harga jualnya berkisar Rp4,6 sampai 6,3 jutaan.
Memilih action cam DJI bukan cuma soal gambar stabil. Ada faktor ekosistem, konsistensi warna, kualitas audio, dan kemudahan workflow yang membuat proses produksi konten jadi lebih sederhana. Memang butuh modal lebih besar, tapi hasil yang didapat jauh lebih terjamin dibanding perangkat kelas lainnya.
Kuncinya bukan memilih yang paling mahal, melainkan yang paling cocok dengan gaya konten. Entah kamu kreator travel, motovlog, daily vlog, atau dokumentasi profesional, lima kamera di atas punya karakternya masing-masing. Tinggal sesuaikan kebutuhan dan budget.