Valentine di Kota Baru, Yogyakarta, tahun ini tidak hanya dipenuhi bunga, cokelat, dan unggahan romantis di media sosial. Di balik euforia hari kasih sayang, pedagang bunga justru menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak ekonomi dari perayaan tersebut.
Salah satu toko yang mengalami lonjakan pembeli adalah Bungasekar Mulya Florist. Sejak Sabtu (14/2/2026) pagi, aktivitas jual beli di toko ini meningkat drastis dan berlangsung hingga malam hari.
Seorang karyawan toko tersebut mengungkapkan bahwa keramaian sudah terasa sejak pagi. Pembeli terus berdatangan tanpa jeda signifikan hingga malam hari.
“Dari pagi itu sudah ramai banget, nggak berhenti-berhenti,” ujarnya saat ditemui, Minggu (15/2/2026). Ia menyebut suasana toko terasa jauh berbeda dibanding hari biasa.
Menariknya, hujan deras yang mengguyur Kota Baru Yogyakarta pada malam Valentine tidak mengurangi antusiasme pembeli. Aktivitas transaksi tetap berjalan meski cuaca tidak mendukung.
“Malamnya hujan deras juga tetap rame, orang-orang tetap datang buat beli bunga,” katanya sambil tersenyum. Menurutnya, banyak pembeli tetap datang meski harus kehujanan demi membawa pulang buket untuk orang terdekat.
Keramaian tidak berhenti di Hari Valentine saja. Pada Minggu pagi (15/2/2026), pembeli masih berdatangan meski tidak sepadat malam sebelumnya.
“Pagi harinya juga masih ada yang datang, walaupun nggak seramai malam, tapi tetap ada aja yang beli,” ujarnya. Ia menyebut sebagian pembeli datang untuk pesanan susulan atau kebutuhan mendadak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Valentine tidak hanya soal relasi romantis antar pasangan. Perayaan tersebut juga menciptakan perputaran ekonomi yang nyata, terutama bagi UMKM dan pedagang bunga di kawasan kota.
Di Kota Baru Yogyakarta, lapak-lapak bunga ikut “hidup” oleh momen Valentine. Bunga bukan hanya simbol kasih sayang, tetapi juga komoditas yang menggerakkan transaksi ekonomi dalam waktu singkat.
Valentine lalu hadir bukan cuma sebagai hari penuh cinta, tapi juga sebagai momentum ekonomi kecil. Dari pembeli yang datang silih berganti hingga stok bunga yang cepat habis, terlihat jelas bagaimana perayaan ini berdampak langsung ke pedagang.
Bagi pelaku usaha kecil, Valentine menjadi momen panen tahunan yang jarang terjadi di hari biasa. Permintaan tinggi, transaksi cepat, dan perputaran uang meningkat dalam waktu singkat.
Cerita pedagang bunga di Kota Baru memperlihatkan sisi lain Valentine yang jarang disorot. Di balik unggahan romantis dan konten pasangan di media sosial, ada UMKM yang ikut merasakan manfaat nyata dari perayaan ini.
Valentine, dalam konteks ini, tidak hanya bicara soal cinta ke pasangan. Ia juga tentang denyut ekonomi lokal, kerja keras pedagang kecil, dan bagaimana budaya populer bisa menghidupkan UMKM di ruang kota.