alexametrics

Pandemi Corona: Nasib Pedagang Kaki Lima, Laris atau Miris?

farhan17
Pandemi Corona: Nasib Pedagang Kaki Lima, Laris atau Miris?
Ilustrasi pedagang (dok istimewa)

Pandemi COVID-19 imbasnya sangat berpengaruh pada setiap aspek kehidupan, seperti Pedagang Kaki Lima. Ada beberapa yang menuai rugi, namun banyak juga yang merasakan untung.

Dampak wabah COVID-19 berimbas pada banyak sektor kehidupan tak terkecuali lapisan masyarakat bawah seperti para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Para PKL ini merasakan kerugian akibat menurunnya pembeli. Gerakan #DiRumahAja membuat perekonomian pedagang kaki lima merosot.

Saya coba melakukan survei ke salah satu Pedagang Kaki Lima di daerah rumah saya yaitu di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang bernama Surya. Beliau merupakan pedagang makanan ringan seperti batagor dan siomay dari Cimahi, Jawa Barat.

Pak Surya mengakui dirinya mengalami kerugian besar akibat sepinya pembeli. Beliau sampai menutup usahanya untuk sementara waktu sampai waktu yang tidak ditentukan karena imbas pandemi COVID-19.

“Untuk sementara ini saya tidak berjualan dulu, dek. Pas Corona ini muncul usaha saya sepi banget jarang ada yang beli, sampe sampe saya rugi besar. Dagangan saya pernah ga ada yang beli sama sekali, saya pulang tapi panci masih penuh sama siomay terus grobog saya juga masih penuh sama batagor. Pendapatan sama pengeluaran ya ga seimbang, alias kebanyakan pengeluarannya. Sedangkan tiap hari saya mesti makan sekarang harus berhenti dulu,” ucap Pak Surya.

Pak Surya juga bercerita saat masih berjualan, beliau masih bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga uang jajan untuk anaknya juga masih ada. Namun sekarang ini beliau tidak bisa memenuhi semua itu serta perekonomian keluarganya sangat terganggu. Nasib dagangannya jadi tidak menentu akibat kondisi darurat COVID-19 yang tak kunjung usai hingga sekarang ini.

“Kalau penghasilan dari berjualan ini dulu Alhamdulillah masih bisa menuhin kebutuhan keluarga, anak saya minta jajan juga uangnya ada soalnya tiap hari kan berangkat jualan ya, nah sekarang ini kalau gak jualan ya kebutuhan keluarga saya keganggu banget,” katanya.

Karena itu, Pak Surya sangat berharap agar Pandemi COVID-19 ini segera berakhir. Selain itu, beliau juga berharap pemerintah tidak terlalu berlama-lama menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Sebab pemberlakuan kebijakan tersebut sangat terasa dampaknya untuk mereka yang menyambung hidup dengan berjualan secara langsung kepada masyarakat.

“Biasanya jualan dari rumah ke Taman Herman situ, ya keliling-keliling aja nanti juga habis. Tapi sekarang keluar rumah aja mikir-mikir. Saya berharap ya mudah-mudahan Ramadhan sama Lebaran tahun ini seperti dulu lagi ramai orang-orang yang beli. Buat pemerintah juga ga usah lama-lama nerapin kebijakan ini, kami bingung nyari uangnya kalo kayak gini,” ujarnya.

Namun selain Pak Surya, kondisi ini justru dimanfaat oleh beberapa orang untuk berjualan kebutuhan individu sekarang ini seperti masker kain. Puluhan Pedagang Kaki Lima yang menjual masker kain kini mulai bermunculan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan guna memanfaatkan kelangkaan masker medis di tengah pandemi COVID-19.