alexametrics

Awal Mula Kantong Plastik untuk Selamatkan Bumi, Kini Berubah Persepsi

Hayuning Ratri
Awal Mula Kantong Plastik untuk Selamatkan Bumi, Kini Berubah Persepsi
Ilustrasi Penggunaan Kantong Plastik (pixabay/cocoparisienne)

Plastik yang sejatinya diciptakan untuk berulang kali pakai, kini tak sedikit yang menggunakannya menjadi sekali pakai. Keadaan ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus.

Suara.com - Pada zaman yang serba praktis ini, plastik turut ambil bagian di dalamnya. Ketika membawa barang misalnya, banyak orang yang memilih menggunakan kantong plastik karena sifatnya yang kuat, tidak mudah sobek, dan lentur. Selain itu, harga yang ditawarkan untuk kemasan kantong plastik pun cukup terjangkau.

Meskipun demikian, keberadaan kantong plastik menimbulkan persoalan besar di kemudian hari. Plastik pada akhirnya menjadi sampah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan karena sulit terurai. Padahal, dulunya kantong plastik dibuat untuk membantu lingkungan.

Dilansir dari tayangan Youtube BBC How Plastic Bags Were Supposed to Help The Planet, sebelum kantong plastik ada, orang-orang menggunakan kantong kertas. Sementara itu, proses produksi kertas yang memakan banyak pohon dapat mengancam keseimbangan alam. Dari latar belakang itu, Sten Gustaf Thulin pada tahun 1959 menciptakan kantong plastik untuk mengganti kantong kertas.

Menurut Raoul Thulin, Putra dari Thulin mengemukakan bahwa dunia saat itu sedang berusaha untuk menjaga sumber daya alam, sehingga kantong plastik menjadi pilihan yang tepat karena lebih mudah dibawa ke mana pun dan dapat dipakai berulang kali.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, orang-orang menjadi terlena akan kepraktisan kantong plastik ini, sehingga menyebabkan masalah sampah yang menumpuk.

Kantong plastik yang seharusnya dipakai untuk berulang kali, kini beralih hanya digunakan sekali pakai.

Akhir-akhir ini, adanya gerakan untuk mengurangi sampah plastik tengah dilakukan misalnya dengan diet kantong plastik. Beberapa pelaku usaha mengambil langkah dengan menerapkan kantong plastik berbayar.

Diet plastik sebenarnya bukan berarti harus menghindari penggunaan plastik, namun lebih kepada mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.

Kantong kertas dan kantong kain yang kini dilirik karena dianggap lebih ramah lingkungan pun dapat berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan jika digunakan hanya sekali pakai.

Poin yang perlu dicatat adalah bukan hanya soal dari bahan apa kantong itu dibuat, namun gunakan kantong tersebut dengan bijak secara berulang kali.