alexametrics

5 Cara Pandang Salah yang Sering Dipercaya Wanita Single di Usia 30

Latifah
5 Cara Pandang Salah yang Sering Dipercaya Wanita Single di Usia 30
Ilustrasi Wanita Dewasa. (pexels.com/John Paul Duhan)

Belum menikah di usia 30, bukan berarti kamu tak layak!

Suara.com - Usia 30 umumnya adalah tahun-tahun kritis, ketika seorang wanita yang masih sendiri akan ketar-ketir perihal statusnya yang belum juga menyusul teman-temannya memiliki pasangan.

Tekanan sosial yang besar, tak ayal sering membuat banyak wanita single di usia tersebut akhirnya mengambil keputusan tergesa-gesa, memilih pasangan yang salah. Hanya demi membungkam ocehan yang tak sedap di telinga.

Supaya hal ini tak sampai terjadi pada dirimu, ada beberapa cara pandang keliru yang biasa diyakini wanita single di usia 30 tahun, yang sebaiknya kamu hindari. Apa saja?

1. Pasangan yang berkualitas sudah ada yang punya

Fakta di lapangan, memang banyak yang menikah di usia 20-an. Tapi, bukan berarti yang masih sendiri lewat dari umur segitu, artinya tak laku karena tak layak.

Mengambil kesimpulan bahwa mereka yang berkualitas pastinya sudah dimiliki orang, karena berpikir nggak mungkin yang berkualitas itu akan memilih sendirian, secara tidak langsung berarti kamu menghakimi diri sendiri. 

Padahal ada yang memang memilih menikah cepat, ada pula yang masih nyaman dengan kesendiriannya. Jadi, buang jauh-jauh pikiran sempit itu, ya!

2. Perempuan yang belum nikah di usia 30 akan sulit punya anak

Sebaiknya hindari deh terburu-buru menikah hanya karena khawatir dengan usia biologis kamu. Karena masalah keturunan ini nggak saklek berdasarkan science.

Banyak, kok pasangan yang keduanya normal, dan menikah pun di usia muda, tapi belum dikaruniai keturunan hingga bertahun-tahun lamanya. Ada pula pasangan yang sudah usia 40 tahun bahkan, tapi Tuhan berikan pasangan tersebut anugerah buah hati yang lucu dan sehat.

Jadi, yakin saja sama bahwa Tuhan akan memberikan kamu yang terbaik. Ada atau tidaknya keturunan, tak akan mengurangi nilaimu sebagai manusia.

3. Lambat laun teman akan menghilang

Jika ikatan pertemananmu kuat, maka statusmu nggak akan berpengaruh terhadap hadir tidaknya mereka dalam hidupmu. Mereka tetap akan menikmati kebersamaan denganmu, meskipun dalam lingkaran pertemanan, hanya kamu seorang yang masih single.

Seorang teman sejati, akan sadar bahwa pilihan status itu adalah ranah pribadi. Mereka yakin, pasti ada alasan yang membuatmu hingga kini belum juga berdua, meskipun kamu seorang yang high quality jomlo. 

4. Kemungkinan besar akan melajang selamanya

Salah satu alasan kenapa usia 30 tahun dengan status yang masih single jadi suatu momok mengerikan, karena meyakini bahwa jika di usia tersebut masih sendiri, akan berpeluang besar melajang selamanya.

Padahal, faktanya nggak begitu. Ada banyak, kok yang menemukan jodohnya di usia lebih dari 30 tahun. Lagi pula, perihal jodoh adalah hak Tuhan untuk menentukan. Nggak ada satu makhluk pun yang bisa ikut campur. Kamu hanya perlu berusaha dan berdoa.

5. Bukan wanita baik-baik

Ada lagi cara pandang ngawur yang sering dipercaya, kalau wanita usia 30 tahun, apalagi dia cantik, tapi masih sendiri, berarti kemungkinan besar bukan wanita baik-baik. Bisa jadi ia wanita simpanan, atau perebut laki orang. Duh!

Kamu tak bisa mengendalikan bagaimana persepsi orang terhadap dirimu. Biarkan saja orang beranggapan buruk perihal statusmu yang masih sendiri, asalkan kamu jangan ikut-ikutan meyakini cara pandang yang keliru.

Khawatirnya, kamu jadi tergesa-gesa mengambil keputusan untuk berpasangan, dan ternyata yang kamu pilih orang yang salah. Pernikahan yang harusnya membuatmu bahagia malah bikin kamu selalu terluka. Semua itu disebabkan paranoid terhadap status single di usia kepala tiga.