facebook

3 Fakta Unik di Balik Medali Kemenangan Ni Nengah Widiasih, Sempat Didiskualifikasi

Fadly
3 Fakta Unik di Balik Medali Kemenangan Ni Nengah Widiasih, Sempat Didiskualifikasi
Lifter putri Indonesia, Ni Nengah Widiasih meraih medali perak di cabang olahraga para-powerlifting kelas 41 kg putri di Tokyo International Forum, Kamis (26/8/2021). [NPC Indopnesia]

Ni Nengah Widiasih atau yang akrab disapa dengan Widi menjadi atlet paralimpiade penyumbang medali pertama untuk Indonesia. Wanita 28 tahun ini berlaga di cabang olahraga angkat besi kelas 41 kilogram putri.

Di laga tersebut, Ni Nengah Widiasih berhasil meraih medali perak dengan total angkatan 98 kilogram. Ia berada tepat setelah Guo Lingling yang total angkatannya 108 kilogram.

Keberhasilan ini tentu membawa kebanggaan besar bagi rakyat Indonesia. Terlebih lagi bagi daerah asalnya Karangasem, Bali.

Namun siapa sangka, di balik kemenangannya itu tersimpan beberapa fakta unik yang jarang diketahui publik. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini:

1. Bermula Dari Keisengan Belaka

Disadur dari suara, awal mula perkenalan Ni Nengah Widiasih dengan olahraga ini adalah melalui kakaknya yang juga seorang para atlet angkat besi. Ia kemudian iseng-iseng mencoba berbagai alat gym. Namun lama kelamaan, sang pelatih mengundangnya secara khusus untuk melatih kemampuannya.

Pada tahun 2006 ia diutus untuk berkompetisi di Para Games Pelajar Nasional. Hasilnya sangat memuaskan. Ia berhasil menyabet medali emas di kelas 40 kilogram putri.

2. Sempat Didiskualifikasi

Pada laga paralimpiade 2020 di Jepang, Widi kembali diutus untuk turun dalam cabang olahraga powerlifting nomor 41 kilogram putri. Pada awal sesinya, Ni Nengah Widiasih mendaftarkan untuk angkatan 96 kilogram. Di percobaan yang pertama, Widi berhasil melakukan angkatannya dengan mulus.

Selanjutnya ia mendaftarkan angkatan seberat 98 kilogram. Disadur dari kemenpora, tanpa alasan yang jelas, Widi tiba-tiba didiskualifikasi oleh dewan wasit setelah beberapa saat melakukan angkatannya tersebut. Ia dan pelatihnya, Yanti, sempat ingin protes. Namun keduanya memutuskan mengurungkan niat tersebut untuk sementara.

Mereka sepakat, jika pada angkatan ketiga Ni Nengah Widiasih masih didiskualifikasi, barulah mereka akan mempertanyakan keputusan itu.

Dan benar saja, ternyata pada angkatan yang ketiga kalinya pun Widi masih didiskualifikasi. Dengan cepat sang pelatih mengajukan protes dan meminta para dewan wasit untuk meninjau kembali video rekaman untuk mengetahui kesalahan Widi.

Nasib baik, ternyata dewan wasit menyatakan Widi tidak melakukan kesalahan dan mengesahkan angkatannya itu. Widi yang sebelumnya hanya berada di peringkat ketiga akhirnya berhasil menduduki peringkat kedua setelah Fuentes gagal melakukan angkatan 99 kilogram.

3. Prestasi Ni Nengah Widiasih Lainnya

Diketahui, prestasi Ni Nengah Widiasih di cabang olahraga powerlifting bukan hanya di paralimpiade Tokyo 2020. Di tahun 2006 ia berhasil menyabet medali emas di Para Games Pelajar Nasional.

Ni Nengah Widiasih juga berhasil meraih medali perak di Paralimpiade Rio 2016, medali emas di Powerlifting World Cup Thailand 2021, medali perak di ASIAN Para Games 2014 dan 2018, medali emas di ASEAN Para Games 2015 dan medali emas di European Championship 2018.

Itu fakta di balik kemenangan Ni Nengah Widiasih.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak