facebook

Viral Curhat Driver Ojol Customer Pesan Makanan Ditagih Bayar Malah Begini

Haqia Ramadhani
Viral Curhat Driver Ojol Customer Pesan Makanan Ditagih Bayar Malah Begini
Curhat driver ojol soal customer susah ditagih bayar pesanan makanannya. (Instagram/@dramaojol.id)

Pepatah mengatakan pembeli adalah raja. Namun, jangan lupa meskipun pembeli mempunyai uang tetap harus menghargai penjual. 

Jadilah pembeli yang demikian, jangan sampai seperti customer satu ini yang pesan makanan saat ditagih bayar justru sikapnya tidak mengenakkan. Sikap customer tersebut diungkapkan dalam sebuah video curhatan seorang driver ojol yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @dramaojol.id. 

Driver ojol ini bercerita apabila mendapatkan pesanan makanan yang diantarkan ke jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Customer yang memesan makanan tersebut harus membayar cash sebesar Rp 22.000.

Sementara depositnya dipotong sebesar Rp 15.600 sehingga driver ojol itu hanya mendapatkan ongkos kirim sebesar Rp 6.400. Selama proses pemesanan makanan dari mulai driver ojol ke restoran sampai tiba di lokasi, customer dichat tidak memberikan respons. 

Masalah muncul ketika driver ojol menagih uang pembayaran pesanan makanan kepada customernya tersebut. Customer yang pesan makanan mengatakan bahwa uangnya kurang untuk membayar. 

"Uangnya kurang. Tolong taruh di pagar atau pintu kabari kalau sudah ya. Tolong titip di lobi dan kabari kalau sudah ya. Kamarnya ke kunci a, ini saya uangnya kurang," chat customer ke driver ojol. 

Driver ojol heran dengan ucapan customer yang uangnya kurang saat ditagih membayar pesanan. 

"Kok bisa gitu, memang pas order enggak dilihat apa? Diaplikasi duitnya enggak diestimasikan gitu dengan alasan yang aneh. Lalu di hotel dengan siapa?" kata driver ojol. 

Customer Susah Ditagih Suruh Membayar

Respons customer saat ditagih bayar pesanan makanannya. (Instagram/ dramaojol.id)
Respons customer saat ditagih bayar pesanan makanannya. (Instagram/ dramaojol.id)

Driver ojol kemudian menawarkan customer untuk membayar pesanan makanan tersebut dengan mentransfer uang kepadanya. Customer yang memilki uang cash hanya Rp 18.000 rupiah harus membayar kekurangan ke driver ojol Rp 4.000. 

"Sebenarnya kalau kurang emoat ribu kalau ongkirnya tiga puluh dua ribu apa dua puliuh ribuan itu enggak apa-apa sih. Cuma ini gue cuma dapat enam ribu empat ratus cuy dikurangi segini (Rp 15.600). Kurang empat ribu itu lebih dari 50% ongkir yang gue dapat," ungkap driver ojol ini. 

Akhirnya driver ojol itu menyuruh customer untuk turun ke lobi menemuinya. Customer memberikan uang Rp 18.000 kepadanya. 

Driver ojol ini dibikin pusing sebab customer tidak paham maksudnya. Dia menginginkan customer untuk mentransfer bayaran makanan pesanannya sebesar Rp 22.000.

Bukan mentransfer kekurangan uang yang harus dibayarkannya sebesar Rp 4.000. Driver ojol tersebut bingung sebab mentransfer uang lewat rekening tidak bisa Rp 4.000.

Anehnya lagi, customer ini tidak meminta nomor rekeningnya jika ingin membayar kekurangan pembayaran. Selama bertemu customernya hanya berdiri sambil main hp. Dia pun memutuskan untuk mengikhlaskan kekurangan pembayaran customernya tersebut. 

"Akhirnya gue tinggal tuh, biarin ah bodo amat enggak dapat ongkir anggap sedekah. Bayangin itu kondisi lagi hujan, ongkir Rp 6.400 dipotong Rp 4.000. Slow respons, nunggu lama," paparnya. 

Baru diunggah tiga jam yang lalu, video ini sudah mendapatkan 27 ribu tayangan. Video tersebut dibanjiri berbagai komentar dari warganet yang menonton. 

"Aturan langsung sodorin QR code bang, mau tahu alasan apa lagi dia," kata seorang warganet. 

"Kalau transfer sesama bank saja minimal 10 ribu. Belum kalau beda bank dan enggak pakai aplikasi tambah admin 6.500. Dah lah bang emang kere dia," imbuh yang lain.

"Sepele padahal cuma 4 ribu, tapi bagi driver berarti banget. Sabar ya, semoga makin berkah," komen lainnya. 

"Kasihan abangnya, semoga dapat rejeki lebih dari penumpang lain ya," timpal warganet. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak