facebook

Jangan Salah Lagi! Ini Beda Tembikar dan Gerabah

Sri Nur Isnaini
Jangan Salah Lagi! Ini Beda Tembikar dan Gerabah
Ilustrasi tembikar (pixabay.com)

Selama ini banyak orang yang menganggap tembikar dan gerabah itu sama, yaitu barang yang terbuat dari tanah liat. Barang-barang yang terbuat dari tanah liat banyak dijumpai sebagai peralatan rumah tangga maupun pajangan.

Banyak orang yang menyebutnya tembikar atau gerabah. Tahukah Anda bahwa meski sama-sama terbuat dari bahan tanah liat dengan proses yang hampir sama, ternyata keduanya berbeda?

Tanah liat mempunyai ikatan antar partikel tanah yang kuat sehingga bersifat lengket dan tidak mudah tembus air. Makanya, tanah liat banyak digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga dan pajangan tradisional.

Jika dilihat dari bahan dan alat pembuatan tembikar dan gerabah sama, tetapi secara lebih detail keduanya mempunyai perbedaan yang mencolok.

Gerabah

Pembuatan gerabah dengan mencampurkan tanah liat dengan air dan pasir dalam perbandingan tertentu. Kemudian membentuk bahan tersebut sesuai yang keinginan dengan menggunakan tangan dan bantuan alat berupa meja putar.

Alat ini berguna untuk memudahkan pengerjaan. Gerabah yang sudah selesai pengerjaan kemudian dibakar pada suhu 800-1.000°C.

Berdasar fungsinya, gerabah lebih banyak untuk peralatan rumah tangga seperti piring, kendi, kuali, gentong, cangkir dan lainnya. Secara estetik gerabah kurang menarik. Dalam pembuatan lebih menekankan pada fungsinya.

Proses finishing gerabah dengan membersihkannya menggunakan kuas. Beberapa peralatan rumah tangga diberi hiasan menggunakan cat khusus agar terlihat lebih cantik dan menarik. Permukaan gerabah biasanya lebih kasar.

Tembikar

Bahan dasar tembikar sama dengan gerabah, yaitu tanah liat. Campurannya adalah pasir kuarsa, batu mineral dan air. Proses pembuatan tembikar sama, yaitu dengan menggunakan tangan dibantu alat meja putar, kemudian dibakar  dan finishing.

Meski ada beberapa jenis tembikar yang berguna sebagai alat rumah tangga seperti piring, cangkir, mangkok dan kendi, namun kebanyakan menjadi pajangan. Vas bunga dan guci banyak yang berupa tembikar.

Perbedaan pertama antara tembikar dan gerabah adalah pada suhu ketika melakukan pembakaran. Pembakaran tembikar pada suhu 1.000-1.250°C.  Sedang perbedaan kedua terletak pada proses finishing. Jika finishing gerabah sangat sederhana, tembikar di-finishing sangat eksklusif.

Tembikar banyak yang dilapisi dengan porselin sehingga lebih indah dan mengkilap. Hiasan gambar yang ditambahkan juga terlihat eksklusif dan detail. Fungsi tembikar lebih banyak sebagai pajangan atau hiasan.

Pembuatan tembikar dan gerabah dilakukan dengan cara tradisional di sentra-sentra industri rumah tangga. Meski fungsi gerabah sudah banyak diganti oleh peralatan modern namun masih banyak yang mencari, terutama oleh rumah tangga dengan nuansa tradisional. Tembikar banyak dikoleksi. Keunikan dan keindahannya sangat tepat sebagai pajangan.

Karena dibuat dengan cara sederhana dan tidak menggunakan cetakan, jarang ditemukan tembikar atau gerabah yang sama persis. Hal ini menambah keunikannya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak