Bagi setiap anak, ayah adalah pahlawan pertama yang memperkenalkan dunia. Dia memegang jok belakang sepeda, memastikan kita tidak jatuh. Namun, lambat laun, ia harus melepaskan genggamannya agar kita mandiri. Lalu, apa jadinya ketika kita tumbuh besar, menghadapi tantangan hidup, dan ayah telah tiada? Ke mana arah yang harus kita tuju?
Pertanyaan yang penuh kesedihan dan keresahan ini menjadi inti dari buku Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? karya Khoirul Trian. Buku ini memberikan ruang bagi mereka yang merasakan kehilangan ayah atau kerinduan pada sosok yang telah pergi. Selain mengangkat tema kehilangan, buku terbitan Gradien Mediatama ini juga menggali pencarian jati diri dan keberanian untuk melangkah meski tanpa arah yang jelas.
Buku ini mengajarkan kita bahwa kehilangan ayah bukan hanya berarti kehilangan sosok fisik, tetapi juga arah pembimbing kehidupan. Penulis menggambarkan bagaimana seorang anak, meskipun telah dewasa, sering merasa tersesat tanpa panduan moral dari sang ayah. Ada kerinduan untuk kembali ke masa kecil yang penuh kesederhanaan dan ketenangan.
"Ayah, kau di mana? Saat semua berjalan berantakan, kau di mana? Bisakah kita bermain sepeda lagi hari ini?" (Halaman 3). Kutipan ini menggambarkan teriakan hati yang merindukan kehadiran ayah di tengah kekosongan dan kerumitan hidup dewasa. Namun, di dalam diri kita tetap ada anak kecil yang membutuhkan arahan dan kasih sayang dari sang ayah.
Salah satu aspek menyentuh dalam buku ini adalah penekanan pada kesamaan fisik. Walaupun ayah telah tiada, ia tetap hadir dalam diri kita—dalam bentuk hidung, rambut, atau garis wajah yang mirip miliknya. Khoirul Trian mengingatkan kita bahwa meskipun kehadiran fisik sang ayah telah pergi, ia tetap hidup dalam diri kita. Ini memberikan penenang, bahwa meskipun kita merasa sendiri, kita tetap memiliki warisan berharga dari orang yang kita cintai.
“Ayah, kita punya bentuk hidung yang sama, rambut yang sama, wajah yang hampir mirip... Dulu kau selalu mengajariku untuk tidak takut dengan apa pun hingga aku tumbuh tanpa banyak rasa takut kecuali satu; aku takut kehilanganmu, itu saja.” (Halaman 21).
Buku ini juga berfungsi sebagai proses katarsis bagi mereka yang bergulat dengan kehilangan. Penulis dengan jujur menggambarkan usaha melanjutkan peran sang ayah dalam keluarga, meski terkadang merasa terbebani oleh tanggung jawab besar yang harus dipikul, dan tetap berjuang menemukan kekuatan dalam ketidaksempurnaan hidup. Hal ini menggambarkan bagaimana kehilangan ayah membuat perjuangan hidup terasa semakin berat.
Pesan penting yang disampaikan penulis adalah tentang cinta. Cinta tidak selalu harus dinyatakan dengan keberadaan fisik. "Menghilang dan menjaga dari jauh" kadang justru lebih murni, meskipun sulit dipahami, terutama bagi yang baru kehilangan. Pesan ini mengajarkan kita untuk melepaskan dan menerima bahwa cinta bisa hadir dalam berbagai bentuk, termasuk "ketiadaan."
Buku ini mudah dibaca dengan kalimat singkat yang mengajak pembaca merenung dan mengingat kenangan indah bersama ayah. Namun, suasana kesedihan yang mendominasi bisa menjadi kekurangan, terutama bagi pembaca yang mencari solusi untuk bangkit dari kehilangan. Sebagai kritik, penulis bisa menambahkan elemen yang lebih fokus pada pemulihan atau kebangkitan pasca-kehilangan, agar memberi keseimbangan antara emosi dan harapan untuk melangkah maju.
Meski demikian, Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? adalah karya jujur yang sangat menyentuh pembacanya. Isinya menjadi pengingat berharga untuk lebih menghargai setiap detik waktu bersama orang tua, sekaligus menjadi teman bagi kita yang kehilangan agar tetap memiliki keberanian untuk melangkah maju.
Akhir kata, meski arah hidup kita tampak buram tanpa sosok ayah di samping, kita harus ingat bahwa nilai-nilai dan keberanian yang pernah ia ajarkan tetap menjadi nasihat abadi dalam diri kita. Kita tidak benar-benar sendirian, selama kita berani melangkah dengan kaki yang pernah ia ajarkan untuk berdiri tegak.
Identitas Buku
Judul Buku: Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
Penulis: Khoirul Trian
Penerbit: Gradien Mediatama
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 144 Halaman
ISBN: 9786022082408