facebook

Laga 2021 Mulai Hari Ini, Simak Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF dari Tahun 1977

Ina Barina
Laga 2021 Mulai Hari Ini, Simak Prestasi Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF dari Tahun 1977
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, usai berlaga di babak kedua Indonesia Masters 2020 melawan Lu Ching Yao/Yang Po Han (China Taipei) di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1). [Suara.com/Arief Apriadi]

Kejuaraan Dunia Badminton World Federation (BWF) dilaksanakan mulai 12 hingga 19 Desember 2021 bertempat di Huelva, Spanyol. Tim nasional bulu tangkis Indonesia telah resmi mengumumkan menarik diri dari Kejuaraan Dunia BWF 2021 pada Rabu (8/12/2021) dengan pertimbangan persebaran masif Covid-19 varian Omicron. Indonesia menyisakan satu wakil yakni Dejan dan Serena.

Mundurnya Indonesia dari salah satu ajang kejuaraan individu prestisius yang diselenggarakan BWF ini tentunya menjadi suatu kekecewaan tersendiri bagi beberapa pihak. Hal ini dikarenakan tim bulu tangkis Indonesia dikenal sebagai salah satu kontingen terbesar yang mengirimkan wakilnya di setiap turnamen atau kejuaraan BWF. Dalam Kejuaraan Dunia BWF sendiri, Indonesia telah banyak menorehkan sejarah prestasi di berbagai sektor.

Berikut merupakan sejarah peraihan medali emas Indonesia di sepanjang pagelaran Kejuaraan Dunia BWF (1977-2019):

  • Medali emas pertama Indonesia berhasil didapat melalui sektor ganda putra, di mana wakil Indonesia yaitu Tjun Tjun/Johan Wahjudi berhasil keluar menjadi pemenang Kejuaraan Dunia BWF pertama di tahun 1977.
  • Kejuaraan Dunia BWF kedua di tahun 1980, Indonesia menyabet 4 medali emas yang datang dari Rudy Hartono (tunggal putra), Verawaty Wiharjo (tunggal putri), Ade Chandra/Christian Hadinata (ganda putra), dan Christian Hadinata/Imelda Wiguno (ganda campuran).
  • 1963, Indonesia menyabet emas melalui kemenangan Icuk Sugiarto di sektor tunggal putra.
  • 1985, 1987, 1989, 1991, Indonesia harus merelakan kekosongan medali emas dengan dominasi Tiongkok di hampir seluruh sektor pertandingan.
  • 1993, Indonesia berhasil menyabet kembali emas di 3 sektor yaitu Joko Suprianto (tunggal putra), Susi Susanti (tunggal putri), Ricky Subagja/Rudy Gunawan (ganda putra).
  • 1995, Hariyanto Arbi (tunggal putra) dan Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra) berhasil sumbangkan emas untuk Indonesia.
  • 1997, satu medali emas diraih melalui sektor ganda putra yaitu Candra Wijaya/Sigit Budiarto.
  • 2001, medali emas dari Hendrawan (tunggal putra) dan Halim Haryanto/Tony Gunawan (ganda putra).
  • 2005, medali emas dari Taufik Hidayat (tunggal putra) dan Nova Widianto/Lilyana Natsir (ganda campuran).
  • 2006, 2009, 2010, 2011, 2014, 2018, Indonesia tanpa medali emas.
  • 2007, medali emas dari Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra) dan Nova Widianto/Lilyana Natsir (ganda campuran).
  • 2013, dua medali emas dari Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra) dan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir (ganda campuran).
  • 2015, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra) jadi satu-satunya penyumbang medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF.
  • 2016, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir (ganda campuran) jadi satu-satunya penyumbang medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF.
  • 2019, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra) kembali menjadi satu-satunya penyumbang medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF.

Nah, itu tadi sejarah prestasi terbaik Indonesia di sepanjang pagelaran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Meskipun tidak dapat sepenuhnya ikut serta dalam Kejuaraan Dunia BWF di 2021 ini, semoga tim Indonesia dapat kembali berjaya menyambut laga berikutnya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak