Sinopsis Drama Thailand 55:15 Never Too Late Episode 6: Mimpi yang Dihancurkan Kenyataan

Ayu Nabila | Lintang Larissya
Sinopsis Drama Thailand 55:15 Never Too Late Episode 6: Mimpi yang Dihancurkan Kenyataan
Cuplikan adegan drama Thailand '55:15 Never Too Late' episode 6. (Instagram/gmmtv)

Drama Thailand terbaru yang diproduksi oleh sutradara Saranyu Jiralaksanakul melalui rumah produksi GMMTV telah menampilakan episode 6 pada Selasa (21/12/2021) kemarin. 

Pada episode sebelumnya membahas tentang cerita Seksan (Nanon Korapat) yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya, Paul (Khaotung). Sementara, pada episode 6 kali ini mencerittakan tentang mantan juara tinju bernama Amonthep (Kayavine). Nah, berikut sinopsis episode 6.

Sinopsis Drama Thailand ‘55:15 Never Too Late’ episode 6

Amonthep kecil adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan Gereja. Sifatnya yang gampang tersulut emosi membuat ia terus mendapatkan masalah dengan teman-temannya dan membuat ia mendapatkan hukuman. 

Bapak Boonmaee, seorang pemilik akademi tinju mendatangi gereja untuk mengadopsi anak yang akan dibesarkannya menjadi seorang petinju profesional. Ia memilih Thep ikut dengannya untuk memanfaatkan kekuatan yang ia miliki menjadi hal lebih berguna. Thep dilatih untuk menjadi petinju profesional dan benar saja, ia tumbuh sebagai pemenang di setiap pertandingan tinju.

Suatu hari, Thep dipilih untuk menjadi perwakilan kejuaraan tinju tahunan. Apabila Thep ke luar sebagai pemenang, ia dapat menyelamatkan akademi tinju Bapak Boonmaee dari keterpurukan. Sayangnya hal malang terjadi padanya, tepat sebelum pertandingan Thep dipukul pada kakinya oleh orang tak dikenal yang membuat kakinya menjadi pincang dan gagal mengikuti pertandingan tinju. 

Tumbuh menua, Thep dipercaya menjadi penerus Bapak Boonmaee untuk mengurusi akademi tinju Jaroenporn. Sayangnya, anak didik di akademi tersebut tidak ada yang berhasil menyelamatkan akademi, bahkan Thep terpaksa harus berhutang.

Kesulitan yang dihadapi akademi tinju tersebut menjadi sumber pertikaian Thep dengan anaknya Pangpond.

Pangpond adalah penyiar di sekolahnya. Pond dipaksa Thep untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang petinju dan mengikuti lomba tinju, agar bisa menyelamatkan keuangan keluarganya, tapi Pond menolak. Ia dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak menyukai tinju seperti ayahnya.

Berubah menjadi anak berusia 15 tahun, Thep memutuskan untuk bersekolah di sekolah yang sama dengan Pond untuk mencari anak yang dapat ia latih agar dapat ia kirim ke kejuaraan tinju. 

Drama ‘55:15 Never Too Late’ semakin mendekati konflik yang membuat serial baru ini semakin membuat penasaran dan tentunya semakin seru. Masing-masing main role rupanya memiliki benang merah yang mampu menghubungkan cerita masa lampau dari kelima murid yang mengalami kejadian misterius. 

Itulah sinopsis episode 6 drama '55:15 Never Too Late.' Nantikan kelanjutan cerita dari Seksan, Paul, Jaya, Jarunee, dan Amonthep hanya di  ‘55:15 Never Too Late,’ yang tayang di Youtube GMMTV dan Disney+ Hotstar setiap hari Senin dan Selasa.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak