facebook

Ulasan Buku 'Durahem', Kisah Hidup Sang Ayah dan Peristiwa di Jember

Sigit Candra Lesmana
Ulasan Buku 'Durahem', Kisah Hidup Sang Ayah dan Peristiwa di Jember
Buku "Durahem". (DocPribadi/sigitlesmana)

Menulis tentang kisah hidup dari orang terdekat kita bisa menjadi suatu tantangan tersendiri. Itulah yang RZ Hakim katakan saat kami berjumpa beberapa bulan yang lalu. RZ Hakim merupakan seorang sejarawan dan juga seorang penulis yang aktif menulis di berbagai media. Terutama menulis tentang tema sejarah, budaya, dan lingkungan.

Durahem, merupakan buku kedua yang dia terbitkan. Di dalamnya berisi mengenai catatan kisah hidup dari sang ayah, Abdul Rahim. Mulai dari masa muda, lalu menikah, kehilangan sang istri, lalu kemudian berpulang. Membaca buku ini seakan kita benar-benar masuk dalam memori dan membuat kita merasa benar-benar hadir, masuk ke dalam cerita.

Namun menariknya, meskipun buku ini berisi kisah hidup sang ayah, tapi juga mengandung informasi-informasi mengenai sejarah Jember.

Mulai dari dibukanya perkebunan pertama di Jember, George Birnie, Moch. Sroedji, saat Presiden Soekarno berpidato di Alun-alun Jember, Pembantaian PKI, bahkan klub sepakbola Jember yang ternyata pernah dilatih oleh mantan pemain timnas Indonesia.

Meskipun buku ini tidak ditulis dengan maksud menjadikannya sebuah buku sejarah, namun buku ini bisa menjadi sebuah bacaan mengenai sejarah Jember yang dikemas dalam bahasa yang ringan. Buku ini bisa menjadi sebuah pengenalan yang baik bagi kita yang baru memulai untuk mempelajari sejarah Jember.

Jadi buku ini cocok sekali bagi para pembaca yang ingin mengetahui sejarah Jember, tapi malas untuk membaca buku sejarah yang tebal dan terlalu formal. Buku ini cocok sekali dibaca santai sembari menikmati kopi atau teh di sore hari.

Selain bahasanya yang ringan, RZ. Hakim menulis buku ini dengan gaya yang komunikatif. Jadi sebagai pembaca kita akan diajak untuk berinteraksi hingga terjalin suatu yang intim. Seperti kita ngobrol langsung dengan sang penulis.

Secara dimensi, buku ini tidak terlalu tebal. Hanya berjumlah 240 halaman. Buku ini bisa dibaca dalam beberapa kali duduk saja, bahkan jika kalian punya waktu luang lebih, buku ini bisa habis dibaca dalam waktu sehari saja. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak