facebook

Ulasan The 355, Para Agen Perempuan Menyelamatkan Dunia dari Kehancuran

ALIMMUL FATTAH
Ulasan The 355, Para Agen Perempuan Menyelamatkan Dunia dari Kehancuran
Cuplikan film The 355 (imdb)

Jika berbicara tentang detektif atau secret agent wanita, pasti yang pertama kali terlintas dalam benak kita adalah Charlie Angels. Aksi mereka dalam menumpas kejahatan cukup menghibur kita sebagai penonton. Kali ini, datang film yang berkonsep hampir mirip, tetapi ceritanya lebih kompleks dan melibatkan banyak negara.

Film ini berjudul The 355 yang mengisahkan tentang perjuangan secret aget Wanita dari berbagai negara yang Bersatu untuk menyelamatkan dunia dari sebuah alat yang dapat mematikan mesin pesawat ketika sedang mengudara. Tentunya hal itu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan dunia

The 355 adalah film aksi spionase garapan Simon Kinberg yang kita kenal sebelumnya mengarahkan X-Men: Dark Phoenix. Sedangkan untuk jajaran pemeran, film ini dibintangi oleh berbagai nama besar seperti Jessica Chastain, Lupita Nyong’o, Diane Kruger, Penelope Cruz, Fan Bing-Bing, Edgar Ramirez serta Sebastian Stan. Film ini telah dirilis sejak 12 Januari 2022 lalu. Namun, walaupun sudah menghadirkan cerita yang sekompleks itu film ini hanya mendapatkan rating 5,2/10 dari imdb.

Agen CIA perempuan, Mace (Jessica Chastain) bersama rekannya Nick (Sebatian Stan) mendapat misi untuk mendapatkan satu perangkat canggih yang mampu mengendalikan sistem komputer apapun di muka bumi ini. Misi yang terlihat mudah ternyata gagal total karena di luar dugaan banyak pihak yang menginginkan alat ini.

Diberi kesempatan kedua, Mace lalu meminta tolong rekan MI:6-nya, Khadijah (Lupita Nyong’o). Namun di lapangan, Mace bersinggungan terbuka dengan rival mereka, yakni Marie, agen BND (CIA-nya Jerman), lalu Graciela, agen DNI (CIA-nya Kolombia), hingga Lin, agen MSS (Tiongkok). Aksi perburuan tanpa henti pun di mulai.

Dengan karakter dan penokohan yang sekompleks itu, ceritanya berjalan menegangkan nyaris tanpa henti, bahkan mulai dari awal hingga akhir. Sisi misteri dan ketegangan begitu intens hingga klimaks, walau beberapa hal mudah kita antisipasi dan tebak arahnya.

Namun, yang berbeda dibandingkan film aksi sejenis adalah penokohan lima karakter utamanya yang tersaji begitu kuat, mulai dari Mace yang merupakan agen dari Amerika, Khadijah dari Inggris, Graciela dari Kolombia, Marie dari Jerman dan Lin yang berasal dari Cina. Nilai plus lainnya adalah chemistry nan begitu kuat antara pemain yang dibangun sejak awal. Bagi saya sendiri film ini lebih baik dari film Charlie Angels yang sudah disebutkan di awal.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak