Pentingnya Kaum Muda Memperdalam Ajaran Agama

Hernawan | Sam Edy Yuswanto
Pentingnya Kaum Muda Memperdalam Ajaran Agama
Panduan Belajar Muslim Muda Memahami Islam (Dokumen pribadi/ Sam Ed)

Kaum muda seyogianya memiliki semangat yang tinggi dalam menimba ilmu agama. Jangan hanya bersemangat dalam mencari ilmu yang bersifat umum saja. Karena ilmu tentang agama akan menjadi pemandu seseorang dalam menapaki kehidupan ini. Ibadah yang kita lakukan, seperti shalat dan puasa itu harus ada ilmunya. Maka dari itulah kita harus belajar tentang ilmu tersebut agar ibadah yang kita lakukan itu tidak asal-asalan dan tidak keliru.

Belajarlah ilmu agama kepada orang yang tepat seperti para kiai yang latar belakang kehidupannya menjadi panutan masyarakat. Belajar di pesantren-pesantren yang memiliki jejak rekam yang baik, juga bisa menjadi pilihan bagi kaum muda. Jangan sampai kita belajar pada guru yang salah atau memiliki perilaku buruk, semisal pemarah dan tidak bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu.

Membaca buku-buku agama juga dapat dijadikan sebagai tambahan referensi bagi kaum muda untuk lebih mendalami ajaran Islam. Pilihlah buku-buku yang ditulis oleh para penulis yang tepercaya, semisal alumni pesantren atau ditulis oleh para guru, kiai, atau para ulama terkemuka. 

Buku berjudul Panduan Belajar Muslim Muda Memahami Islam misalnya, menurut saya dapat dijadikan sebagai salah satu sumber rujukan yang berharga bagi kaum muda untuk belajar agama. Buku terbitan Republika (2019) yang ditulis oleh Asli Kaplan ini menjelaskan antara lain tentang iman dan Islam, beriman kepada Allah Swt., beriman kepada malaikat, shalat lima waktu, puasa, hormat kepada orangtua, dan lain sebagainya.

Hal terbaik dalam hidup yang harus diketahui seseorang adalah mengenal penciptanya dan mengimani kebesaran dan keesaan-Nya. Ada korelasi besar antara kepercayaan dan ibadah. Keimanan seseorang akan melemah hari demi hari jika tidak didukung oleh praktik ibadah karena kita akan terlalu terobsesi oleh daya tarik dunia yang menghalangi kita dari mengingat Allah Swt. Semua jarak antara Tuhan dan kita akan menghilang saat kita memulai tugas-tugas beragama. Saat kita merasa ada di dekat Tuhan akan ada perasaan lega dalam diri kita dengan mengingat bahwa Tuhan bersama kita di setiap waktu dan Dia mencintai kita (Panduan Belajar Muslim Muda Memahami Islam, halaman 135).

Asli Kaplan menjelaskan, dengan shalat lima waktu, berpuasa, membaca ayat suci Al-Qur’an dan berbagai ibadah yang lain, kita akan terus menerus mengingat tugas kita sebagai manusia kepada Tuhan. Dengannya kita tidak menyombongkan kekayaan kita, sebaliknya membuat kita bersyukur kepada Allah Swt. karena dengan shalat kita berpikir bahwa, “Semua yang aku punya adalah berkah dari Allah kepadaku!”

Melalui buku Panduan Belajar Muslim Muda Memahami Islam, semoga kaum muda dapat lebih memahami ajaran Islam dengan baik dan berusaha menjalankan segala perintah Tuhan dengan penuh keyakinan dan kesabaran. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak