Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern

Hernawan | Sabit Dyuta
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
Novel Kokokan Mencari Arumbawangi (Gramedia)

"Kokokan Mencari Arumbawangi" adalah debut novel dari Cyntha Hariadi yang terbit pada tahun 2020. Sebelumnya, Hariadi dikenal lewat karya puisi dan cerpen.

Dalam novel ini, ia berhasil menyuguhkan sebuah kisah yang penuh makna, yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam.

Tema yang diangkat sangat relevan dengan isu sosial dan lingkungan yang berkembang saat ini, menjadikannya pilihan menarik untuk dibaca.

Cerita dalam novel ini berfokus pada seorang anak perempuan bernama Arumbawangi yang jatuh dari langit dibawa oleh burung kokokan dan terjatuh di kebun bawang merah milik Nanamama, seorang wanita tua yang hidup sederhana di pedesaan bersama anak angkatnya, Kakaputu.

Arumbawangi pun dibesarkan oleh Nanamama dan Kakaputu dengan penuh kasih sayang. Namun, kedamaian hidup mereka mulai terancam ketika seorang pengusaha datang dengan rencana pembangunan hotel di tengah sawah yang menjadi mata pencaharian mereka.

Banyak warga desa yang tergoda oleh tawaran uang dan memilih untuk menjual tanah mereka, namun Nanamama dan keluarganya menolak dengan tegas. 

Di sinilah ketegangan mulai muncul, ketika keputusan untuk mempertahankan tanah dan warisan mereka bertabrakan dengan dorongan untuk mengejar keuntungan finansial dalam dunia yang semakin serba cepat dan materialistis.

Tema utama dalam novel ini berkisar pada pertentangan antara tradisi dan modernisasi. Di satu sisi, ada kelompok masyarakat yang memilih untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional dan gaya hidup yang lebih sederhana, di sisi lain ada kelompok yang tergoda oleh janji kemajuan dan keuntungan cepat dari pembangunan yang datang. 

Nanamama menjadi sosok yang menggambarkan keteguhan prinsip dalam mempertahankan tanahnya, yang lebih dari sekadar sumber penghidupan, tetapi juga bagian dari identitas dan jati diri mereka.

Sementara itu, kelompok yang memilih untuk menjual tanah mereka mewakili sisi pragmatis dari kehidupan yang lebih mengutamakan materi dan keuntungan langsung tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan mereka dan lingkungan sekitar.

Konflik yang terjadi dalam novel ini sangat relevan dengan isu yang ada di dunia nyata, di mana proyek-proyek pembangunan sering kali mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.

Di banyak tempat, kita melihat bagaimana pembangunan infrastruktur yang menggiurkan sering kali mengabaikan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa kemajuan tidak selalu berarti kebaikan bagi semua pihak. Meskipun banyak orang yang tergoda untuk menerima tawaran uang, penting untuk mempertimbangkan apa yang akan hilang jika keputusan tersebut diambil.

Novel ini menggugah kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, serta tentang betapa berharganya warisan budaya yang sudah ada.

Di sisi lain, novel ini juga menyoroti hubungan manusia dengan alam. Tanah yang dijaga oleh Nanamama bukan hanya sekadar lahan untuk bertani, tetapi juga simbol dari kehidupan dan cara hidup yang mereka hargai

Ketika modernisasi datang dengan janji keuntungan, tanah itu menjadi simbol dari keteguhan dan pengorbanan yang harus dipertahankan.

Ini adalah pesan yang sangat relevan di dunia yang semakin sibuk dan terfokus pada pencapaian materi, di mana hubungan dengan alam sering kali terabaikan.

Novel ini mengingatkan pembacanya untuk merenungkan kembali pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan alam dan bagaimana cara hidup yang lebih sederhana dapat menjadi pilihan yang lebih bijak dalam jangka panjang.

"Kokokan Mencari Arumbawangi" sukses mengemas kisah yang ringan namun penuh makna. Cyntha Hariadi menyampaikan pesan yang dalam tentang keteguhan prinsip, pentingnya mempertahankan tradisi, serta kesadaran akan keberlanjutan lingkungan dalam dunia yang terus berubah. 

Melalui cerita ini, pembaca diingatkan bahwa meskipun dunia terus berkembang dan berubah, ada nilai-nilai yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk kebaikan bersama.

Novel ini tidak hanya menceritakan kisah sebuah keluarga kecil yang berjuang untuk mempertahankan tanah mereka, tetapi juga mengajak kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan, tradisi, dan identitas yang kita miliki. 

Novel ini mengingatkan bahwa meskipun dunia terus berubah, ada hal-hal yang tak boleh hilang: hubungan dengan alam dan kesederhanaan hidup yang penuh makna.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak