Bedah Literasi dan Ketangguhan Mental dalam Novel Harga Sebuah Percaya

Lintang Siltya Utami | Habibah Husain
Bedah Literasi dan Ketangguhan Mental dalam Novel Harga Sebuah Percaya
Novel Harga Sebuah Percaya (Doc.Pribadi/Habibah)

Dalam dunia literasi Indonesia, Tere Liye dikenal sebagai penulis yang mahir memadukan narasi emosional dengan pembangunan dunia yang imajinatif. Salah satu karyanya yang memasuki cetakan kesepuluh adalah novel Harga Sebuah Percaya. Buku setebal 280 halaman ini bukan sekadar romansa biasa, melainkan media edukasi tentang ketahanan mental dan peran krusial literasi bagi masa depan individu.

Novel ini berlatar di sebuah kota fiksi unik bernama Kota Seribu Jam. Di sana, elemen pengatur waktu hadir di setiap sudut, mulai dari jam pasir raksasa hingga lonceng kapel di puncak bukit. Namun, jam-jam ini bukan sekadar penghias estetis. Bagi tokoh utamanya, Jim, detak jam adalah pengingat luka lama dan penantian yang melelahkan.

Latar ini sebenarnya adalah cara halus untuk memperlihatkan suasana hati si tokoh tanpa harus diucapkan langsung yang sering terjebak di masa lalu. Saat seseorang mengalami trauma, waktu seolah berhenti berputar. Melalui legenda lonceng kapel yang hanya berbunyi setahun sekali, penulis mengajarkan tentang ingatan kolektif. Hal ini menunjukkan bagaimana mitos dan tradisi dapat membentuk identitas serta perilaku masyarakat secara turun-temurun.

Pesan edukasi paling kuat dalam novel ini terletak pada isu literasi. Tokoh Jim digambarkan sebagai pemuda tulus dan mahir bermain biola, namun ia memiliki hambatan besar: buta aksara. Melalui Jim, Tere Liye menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan mengeja, melainkan kunci utama untuk hidup mandiri dan bermartabat.

Momen kritis terjadi pada halaman 25, saat Jim menerima surat penting dari Nayla. Karena tidak bisa membaca, Jim terpaksa meminta bantuan orang lain untuk membacakan pesan rahasia tersebut. Kejadian ini menjadi gambaran nyata bagaimana keterbatasan pendidikan membuat seseorang kehilangan kendali atas privasi dan hidupnya. Pesan informatifnya jelas: pengetahuan adalah modal utama agar individu tidak mudah dimanipulasi oleh keadaan maupun orang lain.

Dari sisi perkembangan karakter, Jim awalnya diperkenalkan sebagai sosok yang pasif. Ia merasa dunianya hancur hanya karena ditinggal oleh orang yang dicintai. Namun, konflik inilah yang justru memaksa Jim untuk tumbuh melalui perjalanan yang menjadi simbol perjuangan membangun ketangguhan mental.

Awalnya, Jim merasa hidupnya dikendalikan faktor luar, seperti kemiskinan dan status yatim piatu. Seiring berjalannya alur, ia mulai memahami konsep kendali internal, yaitu keyakinan bahwa ia memiliki kendali atas reaksi dan tindakannya sendiri. Kutipan ikonik, Pecinta sejati tidak akan menyerah sebelum kematian itu sendiri yang menjemputnya, menjadi dorongan psikologis bagi pembaca untuk tidak menyerah pada keadaan seberat apa pun.

Selain aspek mental, novel ini memotret tantangan hubungan beda kelas sosial. Nayla berasal dari kalangan bangsawan yang memiliki akses pengetahuan dan kekuasaan, sementara Jim berasal dari kelas bawah yang sering terabaikan. Tere Liye menunjukkan bahwa cinta saja tidak cukup; dibutuhkan adaptasi dan komunikasi jujur untuk menyatukan dua dunia ini. Benturan budaya dalam cerita menjadi pelajaran bahwa setiap hubungan memerlukan usaha keras untuk memahami latar belakang masing-masing agar terhindar dari kesalahpahaman.

Alur di awal novel ini terasa cukup lambat karena penulis banyak mengulang deskripsi suasana kota dan kegalauan batin tokoh utama. Hal ini berisiko memicu kebosanan bagi pembaca yang menyukai dinamika cepat. Namun, hal ini justru menjadikan kekuatan bagi pembaca yang ingin menyelami emosi Jim lebih dalam, karena detail tersebut membangun atmosfer kuat sebelum masuk ke inti petualangan yang penuh aksi.

Secara keseluruhan, Harga Sebuah Percaya memberikan analisis mendalam bahwa kepercayaan tidak muncul instan. Ia butuh pengorbanan dan kemauan untuk terus belajar. Bagi pembaca Yoursay, buku ini bukan sekadar hiburan, melainkan bahan refleksi tentang bagaimana luka masa lalu dapat diubah menjadi kekuatan untuk bangkit menuju kedewasaan sejati.

Identitas Buku

Judul: Harga Sebuah Percaya
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara, Jakarta
Cetakan: Ke-10, Desember 2024
ISBN: 978-623-96074-5-6
Tebal: 280 hlm; 20 cm

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak