The Bitcoin Standard: Ketika Uang, Sejarah, dan Masa Depan Ekonomi

M. Reza Sulaiman | Oktavia Ningrum
The Bitcoin Standard: Ketika Uang, Sejarah, dan Masa Depan Ekonomi
The Bitcoin Standard (Dok.Pribadi/Oktavia)

Buku The Bitcoin Standard karya Saifedean Ammous bukan sekadar buku tentang Bitcoin. Buku ini membahas tentang uang sebagai teknologi, sistem sosial, dan fondasi peradaban.

Ammous mengajak pembaca menelusuri sejarah panjang uang: dari barter, emas, standar emas, uang kertas, hingga sistem moneter modern yang dikendalikan bank sentral. Dari sana, Bitcoin tidak diperkenalkan sebagai "aset spekulatif", tetapi sebagai kelanjutan evolusi teknologi uang.

Isi Buku

Dalam kerangka Ammous, ekonomi yang sehat hanya bisa berdiri di atas sistem keuangan yang stabil. Pada abad ke-19, dunia pernah mengalami masa keemasan moneter ketika uang kertas didukung emas.

Emas dipilih bukan karena romantisme sejarah, melainkan karena sifat alamiahnya: langka, tahan lama, sulit dipalsukan, mudah diverifikasi, dan efektif sebagai penyimpan nilai. Sistem ini menciptakan stabilitas harga, mendorong tabungan, investasi, dan akumulasi modal yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Di sinilah konsep "uang yang sehat" menjadi pusat argumen Ammous. Uang yang stabil mendorong manusia berpikir jangka panjang. Ketika nilai uang dapat dipercaya, orang terdorong untuk menabung, berinvestasi, dan menunda konsumsi.

Inilah inti dari pembangunan ekonomi berkelanjutan: menunda kepuasan hari ini demi imbal hasil masa depan. Investasi kemudian melahirkan akumulasi modal seperti mesin, infrastruktur, pendidikan, dan teknologi yang memperbesar kapasitas produksi masyarakat.

Sebaliknya, uang yang tidak stabil justru menciptakan distorsi besar. Ketika pemerintah dan bank sentral mengintervensi pasokan uang melalui manipulasi suku bunga dan pencetakan uang, harga kehilangan fungsi informatifnya.

Padahal, harga adalah "bahasa pasar" yang memberikan sinyal kepada investor. Ketika sinyal ini rusak, keputusan ekonomi menjadi salah arah. Akumulasi modal terdistorsi, muncul gelembung ekonomi, dan siklus "booming-krisis" menjadi berulang.

Ammous mengaitkan fenomena ini dengan kebijakan moneter modern, terutama pendekatan Keynesian yang berasal dari pemikiran John Maynard Keynes. Dalam sistem ini, resesi diatasi dengan memperbesar pengeluaran melalui ekspansi uang. Dampaknya adalah budaya utang, konsumsi jangka pendek, dan ketergantungan struktural pada stimulus. Ekonomi menjadi rapuh, bukan kuat. Resesi bukan lagi anomali, melainkan pola berulang.

Sistem Bitcoin

Di sinilah Bitcoin masuk sebagai antitesis. Bitcoin dirancang bukan sebagai "uang cepat kaya", melainkan sebagai uang dengan kelangkaan absolut. Melalui mekanisme algoritmik yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, pasokan Bitcoin dibatasi secara matematis: maksimal 21 juta koin.

Proses halving setiap empat tahun memastikan penerbitan koin semakin kecil hingga berhenti total sekitar tahun 2140. Tidak ada pemerintah, bank sentral, atau institusi yang bisa mengubahnya. Inilah yang membedakan Bitcoin dari komoditas lain seperti minyak atau emas. Minyak bisa ditemukan lebih banyak jika teknologi dan modal ditingkatkan. Emas bisa ditambang lebih dalam.

Kelebihan dan Kelemahan

Namun, Bitcoin tidak bisa "diproduksi" lebih banyak berapa pun sumber daya yang dikeluarkan. Kelangkaannya bersifat absolut, bukan relatif. Dalam kerangka ini, Bitcoin menjadi penyimpan nilai digital yang secara struktural kebal terhadap inflasi moneter.

Lebih jauh, Ammous melihat Bitcoin sebagai alternatif pasar bebas yang terdesentralisasi terhadap sistem bank sentral nasional. Ia netral secara politik, lintas negara, dan tidak bergantung pada otoritas tunggal. Implikasinya bukan hanya ekonomi, melainkan juga sosial dan politik: kebebasan individu, kedaulatan finansial, dan desentralisasi kekuasaan.

Namun, buku ini juga tidak naif. Ammous menyadari tantangan Bitcoin: volatilitas harga, ketergantungan pada infrastruktur terpusat, dan paradoks adopsi massal. Bitcoin ingin menjadi sistem desentralisasi, tetapi pertumbuhannya justru berpotensi menciptakan sentralisasi baru melalui lembaga besar.

Pada akhirnya, The Bitcoin Standard bukan propaganda kripto. Ia adalah kritik sistem moneter modern dan tawaran paradigma baru tentang uang. Bitcoin di sini bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk mengembalikan konsep uang yang sehat. Uang yang mendorong tabungan, investasi, stabilitas, dan pertumbuhan jangka panjang.

Buku ini penting bukan hanya bagi investor kripto, melainkan bagi siapa pun yang ingin memahami satu pertanyaan fundamental: bagaimana sistem uang membentuk cara manusia hidup, berpikir, dan membangun peradaban? Sebab pada akhirnya, seperti yang ditunjukkan Ammous, krisis ekonomi bukan sekadar soal pasar, melainkan soal uang itu sendiri.

Identitas Buku

  • Judul: The Bitcoin Standard (Alternatif Terdesentralisasi dan Masa Depan Uang)
  • Penulis: Saifedean Ammous
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 2025
  • ISBN: 978-602-0681-25-2
  • Tebal: 464 Halaman
  • Kategori: Nonfiksi, Ekonomi, Bisnis

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak