Kesehatan paru-paru merupakan aspek penting demi kehidupan yang berkualitas. Mengkonsumsi makanan yang tepat ternyata bisa berkontribusi untuk menjaga dan meningkatkan fungsi paru-paru. Berikut adalah 10 jenis makanan yang dinilai bisa membantu menjaga kesehatan paru-paru.
Brokoli
Sayuran yang satu ini disebut-sebut kaya akan senyawa sulforaphane yang dapat membantu melindungi paru-paru dari kerusakan oksidatif. Studi "Sulforaphane attenuates cigarette smoke-induced lung inflammation" dalam jurnal Experimental Lung Research.
BACA JUGA: Hati-Hati, Ini 5 Bahaya Pestisida bagi Kesehatan, Salah Satunya Bisa Memicu Kanker
Jeruk
Sumber vitamin C yang membantu meredakan peradangan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh paru-paru. Jurnal "Vitamin C and Immune Function" mengulas dengan apik tentang peran sig ifikan vitamin C dalam kesehatan paru-paru.
Ikan Salmon
Mengandung asam lemak omega-3 yang membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kapasitas paru-paru. Jurnal Respiratory Medicine menyajikan penelitian terkait omega-3 dan paru-paru.
Wortel
Golongan buah ini kaya akan beta-karoten yang bisa membantu menjaga kesehatan sel-sel paru-paru. Artikel "Beta-Carotene and Lung Cancer" dalam jurnal The New England Journal of Medicine membahas kaitan antara beta-karoten dan paru-paru.
Bawang Putih
Memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi paru-paru dari infeksi. Penelitian "Antibacterial activity of allicin" dalam jurnal Microbios.
Alpukat
Sumber vitamin E yang dapat membantu melindungi jaringan paru-paru dari kerusakan oksidatif. Demikian menurut studi Jurnal Annals of the American Thoracic Society membahas peran vitamin E pada paru-paru.
Bayam
Kaya akan zat besi dan antioksidan seperti lutein yang mendukung kesehatan paru-paru. Artikel "The effect of dietary lutein supplementation" dalam jurnal Experimental Lung Research.
BACA JUGA: Inilah 6 Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Tubuh, Tetap Waspada!
Tomat
Mengandung likopen yang dapat membantu mengurangi risiko peradangan dan penyakit paru-paru. Jurnal European Respiratory Review membahas likopen dan kesehatan paru-paru.
Kacang-kacangan
Sumber protein nabati dan serat yang mendukung kesehatan paru-paru. Artikel "Dietary Fiber and Lung Function" dalam jurnal Annals of the American Thoracic Society
Yogurt
Probiotik dalam yogurt dapat memengaruhi keseimbangan mikroba usus yang berhubungan dengan kesehatan paru-paru. Jurnal "Gut-lung axis: the microbial contributions" dalam Critical Reviews in Microbiology.
Dengan mengintegrasikan berbagai jenis makanan sehat tersebut ke dalam pola makan sehari-hari, maka secara tidak langsung sedang menjaga kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
5000 Langkah dan Satu Liter Bensin, Refleksi Tentang Ketidakadilan
-
Membincang Pertolongan Pertama pada Psikologis
-
Menyambangi Bukit Rhema dan Eksplorasi Perjalanan Spiritual di Gereja Ayam
-
Sudah Tahu Well Being? Ini Cara Mewujudkannya agar Hidupmu Jadi Lebih Baik
Artikel Terkait
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?