Menjalani peran sebagai orang tua memang penuh dengan suka dukanya. Saat awal-awal menjalani peran tersebut, sebagian orang tua mungkin akan kewalahan untuk mengurus anak-anak yang masih kecil.
Namun seiring berjalannya waktu, anak-anak tersebut akan mulai tumbuh dewasa. Di antara mereka mungkin akan ada yang melanjutkan sekolahnya di luar kota, bahkan ada yang menikah dan berpisah tempat tinggal dengan orang tuanya.
Saat anak akan meninggalkan rumah, banyak orang tua yang akan merasakan sebuah gejolak emosi yang dinamakan empty nest syndrome.
Nah apa itu empty nest syndrome? Menyadur dari betterup, berikut penjelasan mengenai hal tersebut.
Pengertian empty nest syndrome
Empty nest syndrome atau sindrom sarang kosong adalah kesedihan atau gejolak emosi yang dialami orang tua setelah anak-anak mereka tumbuh besar dan pindah dari rumah keluarga mereka.
'Sarang' atau 'nest' mengacu pada istilah bahwa anak-anak akan 'melebarkan sayapnya' ketika mereka tumbuh dewasa dan akan melanjutkan hidupnya.
Tanda-tanda empty nest syndrome
Tanda-tanda dari empty nest syndrome yakni orang tua akan mengalami tekanan emosional, merasa sangat kesepian, cemas dan gelisah. Bahkan tak jarang akan ada orang tua yang bisa merasa depresi karena perasaan kehilangan yang mendalam.
BACA JUGA: 5 Zodiak Wanita ini Dikenal Sangat Agresif Ketika PDKT, Ada Zodiakmu?
Berapa lama empty nest syndrome berlangsung?
Setiap orang tua akan memiliki pengalaman berbeda mengenai empty nest syndrome ini. Ada yang mungkin hanya merasakannya selama beberapa minggu, namun ada pula yang mengalami sampai bertahun-tahun. Namun umumnya, orang tua yang mengalami empty nest syndrome berlangsung selama beberapa bulan.
Hal yang bisa kamu lakukan sebagai anak
Nah, jika posisi kamu saat ini adalah seorang anak yang merantau dan harus meninggalkan orang tua untuk sementara. Jangan lupa untuk sering-sering menjalin kontak dengan mereka, ya. Selain itu jangan ragu untuk menunjukkan betapa kamu menyayangi mereka meskipun saat ini kalian berjauhan.
Kamu juga bisa mendorong orang tuamu untuk mulai menjalankan hobinya. Misalnya memasak, merajut, memancing, dan sebagainya agar mereka tidak terlalu kepikiran denganmu.
Itulah tadi beberapa hal mengenai empty nest syndrome, atau sindrom sarang kosong yang sering dialami oleh orang tua saat anak-anaknya mulai merantau dan meninggalkan rumah.
Jika saat ini kamu sedang merantau, beri perhatian yang lebih kepada orang tua, ya. Jangan sampai mereka merasakan sindrom sarang kosong seperti penjelasan di atas.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
Health
-
Gara-Gara Telat Ngopi, Aku Terjebak Caffeine Withdrawal Syndrome
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
-
Bukan Sekadar Kafein, Biji Kopi Arabika Ternyata Mengandung Zat Antidiabetes Alami
-
Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan
Terkini
-
Mengenal 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Kamu Alpha, Beta, atau Sigma?
-
Di Antara Batu, Kami Bertumbuh
-
Reuni di Persija Jakarta, Shayne Pattynama Sambut Kedatangan Mauro Zijlstra
-
Beban Anak Bungsu Merawat Orang Tua: Tradisi atau Ketidakadilan?
-
ILLIT Rangkul Identitas Diri dan Potensi Tak Terbatas Lewat Lagu Not Me