Bagi sebagian orang, menulis dianggap sebagai sebuah kegiatan yang mungkin terlihat sangat sederhana. Bahkan, adapula sebagian orang yang cukup meremehkan kegiatan ini. Padahal, kegiatan menulis memiliki banyak keuntungan mulai dari memberikan nilai positif dari segi psikis dan mental hingga dapat menjadi sumber-sumber dalam mendulang pemasukan tambahan atau bahkan pemasukan utama.
Namun, saat melakukan kegiatan menulis tidak jarang kita merasa sangat bosan, letih, lesu dan kurang bergairah dalam menuangkan ide-ide tulisan di kepala. Bahkan, tidak jarang para penulis ini merasa sangat kelelahan atau jenuh ketika sedang menulis. Hal ini bisa dibilang sebagai Burnout atau merasa kelelahan dengan aktivitasnya. Pada umumnya burnout dapat disebabkan dari faktor internal dan eksternal. Bagi penulis ada beberapa faktor internal di dunia kepenulisan yang dapat menyebabkan burnout.
1. Tuntutan dan Ketidakpastian Karir
Seorang penulis juga pastinya sangat memikirkan status dan karirnya di dunia kepenulisan. Seorang penulis yang belum memiliki status yang paten dalam menggeluti pekerjaan sebagai penulis tentunya akan memiliki risiko mengalami burnout yang lebih besar.
Sebagai contoh seorang penulis lepas atau freelance tentunya masih belum memiliki lingkup pekerjaan yang cukup stabil. Mereka cenderung akan dibayar sesuai dengan pekerjaan dan banyaknya pekerjaan tersebut tergantung dari rekam jejak jasa mereka. Tentunya seorang penulis yang mencari pemasukan dari dunia kepenulisan seringkali memikirkan kepastian karir mereka di masa mendatang guna memenuhi tuntutan hidup.
2. Beban Kerja yang Berlebihan
Memilih pekerjaan sebagai seorang penulis tentunya juga memiliki tanggungan pekerjaan yang sama seperti pekerjaan lain pada umumnya. Penulis umumnya akan diberikan batas waktu atau deadline dalam menyelesaikan tulisan-tulisan tertentu. Jangka waktu deadline tersebut cukup bervariasi, ada yang satu hari, beberapa hari atau 1 minggu hingga beberapa bulan.
Bahkan, ada beberapa penulis yang dituntut mencapai target tulisan perharinya harus menyelasaikan beberapa tulisan. Hal inilah yang seringkali menjadi salah satu faktor burnout bagi penulis. Beberapa penulis terkadang secara tidak sadar mengambil jasa penulisan lebih dari kemampuannya. Umumnya hal ini dipengaruhi oleh tuntutan hidup dari masing-masing individu tersebut. Disarankan bagi kamu seorang penulis apalagi seorang penulis pemula dapat mengambil jasa penulisan sesuai dengan kemampuanmu sekarang. Apabila ingin meningkatkan jam terbang usahakan melakukannya secara bertahap.
3. Kurangnya Inspirasi dan Ide Tulisan
Salah satu permasalahan klasik yang dapat menyebabkan burnout kepada seorang penulis adalah kurangnya inspirasi dan ide untuk ditungkan ke tulisannya. Penulis umumnya memang sebelum mengerjakan sebuah karya tulisan akan melakukan beberapa riset seperti membaca literasi lainnya seperti buku-buku ataupun mencari ide dari hal-hal lainnya. Namun, tidak jarang pula seorang penulis tetap merasa kurang mendapatkan inspirasi atau ide tulisan meskipun sudah melakukan langkah riset tersebut. Hal ini tentunya dapat menyebabkan burnout ketika seorang penulis mengerjakan karya tulisannya. Bagi kamu yang sedang mengalami kebuntuan dalam mencari ide tulisan meskipun telah menambah bahan bacaan mungkin bisa mencari inspirasi lain seperti dari film, musik atau melalui tukar pendapat atau diskusi dengan orang lain. Tentunya inspirasi tersebut dapat berasal dari manapun, tidak harus dari sumber bacaan atau literasi.
Nah, itulah beberapa faktor internal yang dapat menyebbakan burnout kepada seorang penulis. Tentunya masih banyak faktor-faktor internal lainnya yang dapat menyebabkan burnout tersebut tergantung dari kondisi dan situasi yang sedang dialami oleh penulis itu sendiri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Statistik Laga John Herdman Ternyata Jauh Ungguli Shin Tae-yong, Kok Bisa?
-
PSSI Tunjuk John Herdman, Bayang-bayang Kegagalan Peter Withe Kembali Muncul
-
Target Timnas Indonesia di 2026: Ajang AFF Cup Masih Jadi Prioritas!
-
Cara Unik Nova Arianto Seleksi Pemain Jelang AFF Cup U-19, Seperti Apa?
-
Ikut Seleksi Timnas U-20, Striker Keturunan Afrika Ungkap Hal Mengejutkan!
Artikel Terkait
-
3 Alasan Freelance Writer Bisa Jadi Pekerjaan yang Cocok untuk Mahasiswa
-
4 Cara Hadapi Tim Lawan yang Menggunakan Claude di Game Mobile Legends
-
4 Alasan Kenapa Penulis Novel Harus Bisa Ekstra Sabar
-
5 Cara Ampuh agar Tidak Berbelanja Secara Impulsif, Buat Anggaran Rutin!
-
4 Cara Hadapi Tim Lawan yang Menggunakan Hilda di Game Mobile Legends
Hobi
-
Pegang Estafet Kepelatihan, John Herdman Bersaing dengan Waktu Susun Pakem Terbaik Skuat Garuda
-
Kedatangan John Herdman dan Bludak Suporter Setia yang Hanya Bisa Dipancing Bukti Nyata di Lapangan
-
Insiden Kartu Merah Menit Akhir dan Kegundahan Rafael Struick yang Luput Jalani Musim Ideal
-
Malaysia Open 2026: Skuad Indonesia, Indra/Joaquin Debut di Level Super 1000
-
Blak-blakan, John Herdman Akui Terpikat Antusias Supporter Timnas Indonesia
Terkini
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
Mengumpulkan Kembali Puing-puing Sisa Kehancuran, Pasca Banjir Aceh
-
Banjir Bandang Sumatra: Dari Langkah Cepat Hingga Refleksi Jangka Panjang
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
3 Film Korea Tayang Januari 2026, Comeback Han So Hee hingga Choi Ji Woo