Seperti yang kita ketahui bersama, Timnas Indonesia senior hanya mampu bermain imbang kala bertandang ke markas Filipina. Pada pertandingan tersebut, anak asuh Shin Tae Yong itu hanya bisa berbagi angka 1-1 dengan sang tuan rumah.
Sebuah hal yang tentunya patut untuk disayangkan, karena sejatinya Pasukan Merah Putih memiliki kans besar untuk meraih angka sempurna. Bagi yang masih penasaran dengan alasan mengapa skuat Garuda sulit menang melawan Filipina, pengamat senior Justinus Lhaksana memberikan analisisnya terkait hal tersebut.
BACA JUGA: Hanya Raih Satu Poin dari 2 Laga, Coach Justin Ungkap Gaya Bermain yang Cocok untuk Timnas Indonesia
1. Lemahnya Koordinasi.
Melalui kanal YouTubenya, Justinus Lhaksana, pria yang akrab disapa Kochi ini membeberkan alasan pertama mengapa Indonesia sulit menang atas Filipina karena lemahnya koordinasi.
"Nggak ada koordinasi, nothing! Terjadilah itu, blunder dari Jordi Amat. Ini hal-hal kecil, yang bisa fatal di dunia internasional," ucap Kochi.
2. Tidak Ada Kekompakan Para Pemain Lini Tengah
"Yang gua sangat lihat, ini nggak ada kekompakan, antar pemain ini (lini tengah) nggak ada kekompakan. Beberapa kali dari belakang itu crossing-crossing, karena yang tengah ilang, pemain di tengah nggak ada yang meminta bola," jelas pria berkacamata tersebut menyampaikan alasan selanjutnya.
3. Banyak Kesalahan Elementer
"Kambuaya nggak keliatan sama sekali, Irianto berkali-kali bikin kesalahan yang sangat elementer. Kambuaya crossing-crossingnya nggak nyampe," beber Kochi menyampaikan alasan ketiga.
BACA JUGA: Dipastikan Absen Bulan Maret Nanti, Berikut 3 Opsi Bek Pengganti Asnawi Mangkualam
4. Kurangnya Fighting Spirit
Alasan keempat di mata Kochi, mengapa Indonesia sulit meraih kemenangan di laga melawan Filipina adalah kurangnya fighting spirit yang dimiliki oleh para pemain Timnas.
"Kalau lu merasa nggak nyaman dengan (formasi) 3-4-3, at least, fighting spirit lu lah. Itupun dari setengah pemain gua lihat nggak begitu kelihatan," jelas coach Justin.
Dari apa yang dianalisis dan dibeberkan oleh Kochi, setidaknya kita dapat menarik kesimpulan terkait susahnya Indonesia memenangi laga di kandang Filipina lalu karena beragam hal. Mulai dari koordinasi, kesalahan elementer, kekompakan, hingga fighting spirit.
Menurut Kochi, jika hal-hal tersebut dapat direduksi, bukan tak mungkin Timnas Indonesia akan mampu mendapatkan hasil yang jauh lebih baik saat bersua dengan Filipina.
Masih ada waktu untuk berbenah, sehingga nantinya di empat laga sisa, timnas Indonesia bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik lagi!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
Artikel Terkait
-
Jadwal, Pembagian Pot dan Link Live Streaming Drawing Piala Asia U-23 2024: Timnas Indonesia Potensi Masuk Grup Neraka
-
Timnas Indonesia Loyo di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Saddil Ramdani Bicara Soal Cinta
-
Link Live Streaming Drawing Piala Asia U-23 2024: Timnas Indonesia Masuk Grup Maut?
-
Hanya Raih Satu Poin dari 2 Laga, Coach Justin Ungkap Gaya Bermain yang Cocok untuk Timnas Indonesia
-
Evaluasi Hasil Timnas Indonesia, Erick Thohir Panggil Bima Sakti dan Shin Tae-yong
Hobi
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Bugatti Chiron Herms Edition, Hypercar dengan Sentuhan Fashion Mewah
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
Terkini
-
Anti-Putus! Intip Kekuatan Magis di Balik 7 Pasangan Shio Paling Kompak Ini
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
-
Ulasan Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Kisah Haru Mimpi dan Pengorbanan
-
Atlet Cha Jun Hwan Gabung Fantagio, Siap Berkarier sebagai Sportainer
-
Air Terjun Kapas Biru: Primadona Lumajang yang Eksotis di Lereng Semeru!