Setelah menjalani dua laga awal babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, Timnas Indonesia pada akhirnya harus puas dengan hanya membawa pulang satu angka. Di laga perdana melawan Irak, Pasukan Merah Putih harus terbantai 1-5 di kandang lawan, sementara di laga kedua kontra Filipina, anak asuh Shin Tae Yong tersebut hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Filipina.
Torehan satu poin dari dua laga yang telah dijalani tentu menjadi sebuah hal yang kurang memuaskan. Terlebih, ada dua poin krusia di sini, yakni terbantai di kadang Irak dan hanya mampu bermain imbang melawan Filipina.
BACA JUGA: Masalah Kelelahan Timnas Indonesia, Sudah Dibahas Media Asing Sebelumnya
Maka tak mengherankan jika pada akhirnya skema permainan yang dikembangkan oleh coach Shin mendapatkan sorotan. Salah satu sorotan yang paling berisi, dilontarkan oleh pengamat sepak bola senior, Justinus Lhaksana.
Melalui potongan video yang diunggah oleh akun TikTok ngobrol_random, pria yang juga akrab disapa dengan nama Kochi tersebut selain mengkritik, juga menyampaikan gaya bermain yang cocok diterapkan untuk Timnas Indonesia.
"Kita, orang Indonesia main bolanya Indonesia itu nggak bisa bertahan. Beda kalau kita Italia," ungkap Kochi.
"Karena, dari kecil kita dididik untuk menyerang, cetak gol, maka dari itu kita punya banyak penyerang, sedikit defender, nah, ini harusnya dipertimbangkan," lanjutnya.
"Ini lawan Filipina, come on! Lu kalau lawan Filipina, press 6 orang, suruh mereka crossing, bolanya nggak kemana-mana. Beda kalau lu kasih mereka ruang bermain, di kandang sendiri," tambah pria berkacamata tersebut.
BACA JUGA: Michael Weiss Sosok Pemberi Ancaman pada Timnas Indonesia, Terbukti Benar
Dari apa yang disampaikan oleh Kochi, terlihat setidaknya ada dua style permainan yang cocok untuk diterapkan oleh para pemain Timnas Indonesia. Yang pertama adalah bermain menyerang, dan yang kedua adalah bermain pressing.
Dua hal yang sama sekali tak terlihat pada babak pertama ketika Timnas Indonesia melawan Filipina. Sehingga, praktis mereka mengalami tekanan yang luar biasa dari tuan rumah.
Namun, ketika dua style tadi diperagakan pada babak kedua, terlihat jelas Filipina akhirnya terkurung dan tak bisa mengembangkan permainan mereka dengan baik.
Ternyata, ada benarnya juga ya apa yang diungkapkan oleh Kochi ini. Kalau teman-teman pembaca setuju atau tidak nih?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Evaluasi Hasil Timnas Indonesia, Erick Thohir Panggil Bima Sakti dan Shin Tae-yong
-
Dipastikan Absen Bulan Maret Nanti, Berikut 3 Opsi Bek Pengganti Asnawi Mangkualam
-
Negara ASEAN yang Berpeluang Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia?
-
Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke Piala Asia Qatar, Bakal Digenjot dalam TC di Turki
-
Sebagian Pemain Timnas Indonesia Langsung Pamit Usai Lawan Irak dan Filipina
Hobi
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
MotoGP Catalunya 2026: Diggia Menang Usai Drama Dua Kali Red Flag
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
Terkini
-
Buat Kaget! Film Hello Kitty Mulai Digarap Sutradara Ultraman: Rising
-
Perempuan dan Pentingnya Budaya Literasi: Bekal Melek di Era Digital!
-
Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life
-
4 Sunscreen Zinc PCA untuk Kulit Berminyak, Bantu Wajah Matte Bebas Kilap!
-
Mebius Dust Rilis Preview Episode 1 hingga Lagu Pembuka Jelang Tayang Juli