Ketua umum PSSI, Erick Thohir pada Rabu (03/04/2024) kemarin melakukan rapat koordinasi dengan seluruh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI dan juga perwakilan dari PT LIB selaku operator liga Indonesia. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), rapat tersebut selain membahas mengenai percepatan sistem transformasi perwasitan, juga membaha mengenai struktur dan jadwal liga Indonesia, serta evaluasinya di musim 2023/2024 ini.
Menurut Erick Thohir penjadwalan liga Indonesia, khususnya Liga 1 di musim ini harus mendapatkan evaluasi yang cukup menyeluruh mengingat beberapa kali adanya bentrok antara jadwal di Liga Indonesia dengan agenda timnas Indonesia, khususnya di agenda-agenda yang tidak masuk dalam kalender FIFA.
Beberapa agenda non-kalender FIFA seperti AFF Cup senior dan kelompok umur, Sea Games dan Asian Games seringkali menjadi penyebab konflik antara kepentingan klub dan tim nasional. Oleh karena itu, Erick Thohir meminta agar penjadwalan liga di musim selanjutnya dapat berjalan lebih rapi lagi.
“Saya mau minta pak Ferry (Direktur Utama PT LIB) musti bikin kalender (Kompetisi liga) sampai 2027. Saya ingin ada rembuk antara liga, PSSI, dan tentu BTN. Mana yang kita berhentikan, mana yang tidak, tetapi kita sudah rencanakan sampai 2027. Ada AFF klub, ada AFF timnas, berhenti atau tidak,” ujar Erick Thohir di akun instagram pribadinya, @erickthohir.
Polemik Antara Tim Nasional dan Klub Seringkali Menjadi Permasalahan di Liga
Di musim 2023/2024 ini, beberapa kali terjadi konflik antara tim nasional dan klub-klub Liga 1 mengenai pelepasan pemain untuk agenda tim nasional di luar kalender FIFA. Melansir dari kanal berita suara.com, beberapa agenda seperti AFF Cup, Sea Games, Asian Games dan kejuaran kelompok umur seperti Piala Asia U-23 menjadi beberapa agenda yang seringkali menjadi konflik antara tim nasional dan klub.
Hal ini dikarenakan agenda-agenda tersebut yang berada di luar kalender FIFA membuat pihak klub di Liga 1 berhak menahan pemainnya. Apalagi jika kondisi Liga Indonesia tidak diberhentikan oleh operator Liga yang membuat klub bisa dirugikan dengan kehilangan pemain-pemain andalannya. Tentunya diharapkan di musim selajutnya kondisi semacam ini bisa lebih dikondisikan dan mengurangi gesekan antara kepentingan timnas Indonesia dan klub liga Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
-
2 Fakta Rencana PSSI Soal Wasit Liga Inggris yang Ingin Didatangkan ke Indonesia
-
Uji Coba Kontra Arab Saudi, Momen Tes Fisik Bagi Skuad Timnas U-23
-
Jadwal Masih Kacau, Erick Thohir Perintahkan LIB Susun Waktu Kompetisi Sampai 2027 Secara Tepat
-
Jawaban PSSI soal Rumor Desain Jersey Timnas akan Diganti: Masih Belum Tahu
-
Tak Hanya Kasar di Pentas Internasional, Para Pemain Vietnam Juga Main Kasar di Liga Dalam Negeri
Hobi
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?
Terkini
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme