Pembalap Scuderia Ferrari, Carlos Sainz Jr., tak hanya dikenal sebagai pembalap yang handal di lintasan balap, di luar agenda balapnya, Carlos adalah sosok yang baik dan hangat.
Hal ini dapat dilihat dari beberapa video yang diunggah ke media sosial, baik itu milik F1, timnya Scuderia Ferrari, atau media lain yang sedang mewawancarainya.
Berikut ini adalah beberapa peristiwa yang membuktikan bahwa Carlos Sainz adalah seorang pembalap dan pria yang tulus.
1. Merayakan Kemenangan dengan Charles Leclerc
Saat Carlos memenangkan race untuk kali pertama di musim ini yakni di GP Australia, saat itu Charles Leclerc juga meraih podium 2, tepat di belakang Carlos.
Begitu menyentuh garis finis, Carlos meminta timnya lewat radio agar memberitahu Charles untuk mendekat dan merayakan kemenangan tersebut bersama-sama.
2. Ingin Menang, tapi Bersama Charles Leclerc
Dalam video wawancara yang diunggah oleh akun X penggemar, @very_berry99, di GP Monako 2024 kemarin, Carlos ditanya apakah dia memiliki kesempatan untuk menang? Alih-alih membanggakan dirinya, dia malah ingin menang bersama Charles.
"Fokus kali ini adalah untuk menang bersama Charles," ungkap Carlos dikutip pada Sabtu (01/06/2024).
3. Turut Bahagia atas Kemenangan Charles Leclerc
Alih-alih merasa iri, Carlos justru menyampaikan rasa bahagia untuk kemenangan perdana Charles di GP Monako yang juga merupakan kampung halamannya.
"Melihat rekan setim yang merupakan orang Monako, menang di depan publiknya sendiri, tentu adalah salah satu momen yang paling menyenangkan selama di F1," ungkap Carlos, dikutip dari video yang diunggah oleh akun X @very_berry99.
Tak hanya itu, saat prosesi penyerahan trofi di podium, Carlos menggerakkan tangannya untuk mengajak penonton bertepuk tangan lebih keras.
4. Ingin Mendapat Tim yang Lebih Bisa Menghargainya
Terlihat bahagia dan menikmati balapan dengan timnya, siapa sangka dalam hati kecil Carlos dia memiliki keinginan agar bisa memiliki tim yang lebih menghargai dirinya.
"Aku akan pergi ke tempat di mana aku akan merasa lebih dihargai, di mana orang-orang menganggapku sebagaimana aku harus dianggap," ungkap Carlos, dikutip dari video wawancara yang diunggah oleh akun X penggemar, @SAINZLOVERS.
Jika benar selama ini dia kurang dihargai di Ferrari, maka Carlos adalah seseorang pembalap yang tulus karena mampu bekerja dengan sangat profesional, meskipun berada di lingkungan yang kurang mendukung.
Nah, itu tadi 4 momen yang menunjukkan bahwa Carlos Sainz bukan hanya seorang pembalap handal, tapi juga pria, rekan kerja, dan rekan setim yang tulus.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
Punya Dua Pembalap Besar Musim Depan, Bakal Sepanas Apa Persaingan Ducati?
-
Pembalap Indonesia Delvintor Alfarizi Siap Unjuk Gigi di MXGP Jerman, Incar Podium
-
Bikin Pusing, Begini Kronologi Transfer Pembalap Ducati untuk Musim 2025
-
Kisah Pilu Rio Haryanto Mantan Pembalap F1 yang Diputus Kontrak, Kini Lamar Keponakan Sandiaga Uno
-
Aneh! Max Verstappen Tak Menang Balapan Tiap Kali Disambangi Lisa Blackpink
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua
-
Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?