Daftar pemain tercepat Euro 2024 untuk sementara waktu telah diumumkan. Penyerang Slovenia yang memiliki julukan "Iceman" Benjamin Sesko memuncaki daftar pemain tercepat Euro 2024. Bagaimana dengan Kylian Mbape?
Striker timnas Slovenia, Benjamin Sesko meninggalkan catatan positif meski belum mencetak gol di Euro 2024. Benjamin Sesko untuk sementara menjadi pemain tercepat dalam turnamen tersebut.
Menurut statistik yang dihimpun oleh UEFA, selama 240 menit mentas di fase grup Euro 2024, top speed alias kecepatan maksimal yang diukir Sesko adalah 35,9 km/jam.
Pemain RB Leipzig itu unggul tipis atas striker Rumania, Valentin Mihaila yang mencatatkan top speed 35,8 km/jam.
Daftar lima besar pemain tercepat Euro 2024 lantas dilengkapi oleh Dan Ndoye (Swiss; 35,6 km/jam), Rasmus Hojlund (Denmark; 35,5 km/jam), dan Rafael Leao (Portugal; 35,4 km/jam).
Lalu, bagaimana dengan striker sekaligus kapten timnas Perancis, Kylian Mbappe?
Seperti diketahui, Kylian Mbappe dikenal sebagai penyerang yang memiliki kecepatan tinggi. Kecepatan pemain baru Real Madrid mulai musim 2024/2025 itu menjadi atribut yang membuatnya dianggap sebagai salah satu striker top Eropa, bahkan dunia.
Akan tetapi, nama Kylian Mbappe tak masuk dalam daftar lima besar pemain tercepat di Piala Eropa atau Euro 2024.
Masih dilansir dari sumber yang sama, Kylian Mbappe mencatat top speed 35 km/jam. Catatan top speed tersebut membuat Mbappe menempati posisi sembilan dalam daftar pemain tercepat di Euro 2024 untuk sementara waktu.
Adapun catatan top speed Sesko, Mihaila, Ndoye, Hojlund, Leao, dan Mbappe masih bisa berpotensi berubah menjadi lebih cepat mengingat tim mereka lolos ke babak 16 besar Euro 2024.
Berikut ini adalah 20 besar daftar sementara pemain tercepat di Euro 2024.
- Benjamin Sesko (Slovenia) - 35,9 km/jam
- Valentin Mihaila (Rumania) - 35,8 km/jam
- Dan Ndoye (Swiss) - 35,6 km/jam
- Rasmus Hojlund (Denmark) - 35,5 km/jam
- Rafael Leao (Portugal) - 35,4 km/jam
- Nuno Mendes (Portugal) - 35,2 km/jam
- Jeremie Frimpong (Belanda) - 35,2 km/jam
- David Jurasek (Ceko) - 35,1 km/jam
- Kylian Mbappe (Perancis) - 35 km/jam
- Kieran Tierney (Skotlandia) - 35 km/jam
- Artem Dovbyk (Ukraina) - 34,9 km/jam
- Mykhailo Mudryk (Ukraina) - 34,9 km/jam
- Kyle Walker (Inggris) - 34,8 km/jam
- Nedim Bajrami (Albania) - 34,8 km/jam
- Baris Alper Yilmaz (Turkiye) 34,7 km/jam
- Tomas Holes (Ceko) - 34,7 km/jam
- Andrei Ratiu (Rumania) - 34,7 km/jam
- Leandro Trossard (Belgia) - 34,7 km/jam
- Nico Williams (Spanyol) - 34,7 km/jam
- Marin Pongracic (Kroasia) - 34,6 km/jam
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Profil Sjoerd Woudenberg: Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era Kluivert
-
Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Kilas Balik MotoGP Argentina 2018: Start Unik Jack Miller yang Jadi Sorotan
Artikel Terkait
-
Deretan Gol Injury Time di Piala Euro 2024, Skotlandia Paling Nyesek!
-
PT LIB Ketuk Palu Liga 1 2024/2025 Resmi Pakai 8 Pemain Asing, Ini Detailnya!
-
Striker Baru Timnas Indonesia Segera ke Jakarta, Langsung Gabung Tim untuk Turnamen Terdekat
-
Klasemen Akhir Grup F Euro 2024: Georgia Melawan, Selecao Nyaris Terpeleset
-
Ungkap Biang Kekalahan Portugal, Roberto Martinez Beri Georgia Pujian!
Hobi
-
FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
-
Jelang FIFA Series, 5 Pemain Timnas Indonesia Ini Diprediksi Tampil Gacor
Terkini
-
Tutorial Habisin THR Berfaedah: Borong Buku di Gramedia Mumpung Masih Diskon!
-
Mengapa Film Tabula Rasa Masih Relevan Kita Tonton di Bulan Syawal?
-
Jung Woo dan Krystal Jung Bintangi Film Jjanggu, Tayang 22 April
-
Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa