Fabio Quartararo sukses di balapan MotoGP Malaysia 2024, meskipun tidak mencapai podium, tapi balapan di Sepang tersebut bisa dinilai sebagai balapan terbaiknya musim ini.
Pembalap asal Prancis tersebut diketahui finis di 10 besar sejak sesi latihan bebas 1 hingga sesi balap utama. Di latihan bebas 1, Quartararo finis di P8. Kemudian, di sesi latihan, dia mencapai P6, lanjut ke latihan bebas 2 Quartararo sukses menempatkan dirinya di posisi tercepat ketiga.
Berikutnya di sesi kualifikasi, dia mampu mengamankan start dari posisi kesembilan. Lalu di balapan sprint, El Diablo finis di posisi 5 besar. Dan terakhir, yakni di sesi balap utama alias main race, dia finis di P6.
Quartararo tampil cukup mengejutkan di sesi main race, di mana sebelumnya dia terlibat kecelakaan di tikungan kedua lap pertama, bersama Jack Miller dan Brad Binder. Sang Juara Dunia musim 2021 ini sadarkan diri, tapi terlihat pincang saat berjalan bersama marshal.
Kendati demikian, Quartararo bisa melanjutkan balapan dengan start dari P8. Sepanjang balapan, Quartararo memacu motornya sampai berhasil finis di posisi enam besar, meskipun harus mengganti motornya dengan motor cadangan. Dengan ini, pembalap Yamaha tersebut berhasil mengantongi 10 poin.
Quartararo sendiri mengungkapkan bahwa dia merasa senang dengan apa yang dihasilkannya pada hari Minggu tersebut.
“Saya pikir, kami (dia dan tim Yamaha) bisa senang dengan apa yang kami lakukan sepanjang akhir pekan.Kami memulai balapan dengan ban depan yang tidak sesuai dengan keinginan kami, serta dengan ban belakang yang sudah digunakan lima putaran. Akan tetapi, hasilnya cukup masuk akal dan saya rasa kami senang,” ujar Quartararo, dilansir dari laman Motorcycle Sports.
Apa yang dicapai Quartararo di akhir pekan kemarin tentu bisa menjadi indikasi bahwa Yamaha telah berhasil melakukan pengembangan-pengembangan pada motor mereka.
Memang agak terlambat untuk musim ini, tapi setidaknya ini bisa menjadi awal yang baik untuk musim yang akan datang. Bukan tidak mungkin, musim depan Yamaha sudah bisa bersaing untuk memperebutkan podium lagi.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
-
Bukan Aksesori, Ini 6 Fungsi Jam Tangan yang Digunakan Wasit Sepak Bola
-
MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
Artikel Terkait
-
Menang 10 Balapan dalam Satu Musim, Pecco Bagnaia Masuk Jajaran Legenda
-
Masalah Panas pada Aprilia Buat Para Pembalapnya Hampir Menyerah
-
Tak Sengaja Menabrak Jack Miller di MotoGP Malaysia 2024, Joan Mir Khawatir
-
Tampil Agresif di MotoGP Malaysia 2024, Jorge Martin Ogah Hati-Hati
-
MotoGP Malaysia 2024: Pecco Bagnaia Bawa Pertarungan Gelar ke Seri Terakhir
Hobi
-
Cetak Brace, Jude Bellingham Bisa Kejar Rekor Messi?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Rivalitas Inggris vs Argentina: Sejarah, Gengsi hingga Hand of God
Terkini
-
Kritik kepada Pemerintah Bukan Berarti Sedang Mencari Pengganti Presiden
-
Fear of Falling Behind dan Gen Z: Semua Orang Terlihat Sukses, Aku Kapan?
-
Hujan Tidak Mengganggu Kerjamu, Hujan Justru Mengajakmu untuk Berhenti Sejenak
-
4 Ide OOTD Minimalist Casual ala Seo Su Min yang Timeless dan Youthful!
-
Mengapa Remake '402 Rumah Sakit Angker' Gagal Memikat Seperti Gonjiam Versi Asli?