Pelatih berpaspor Brasil, Fabio Lefundes kini telah dipastikan menakhodai Borneo FC Samarinda. Melalui sebuah video, i menyampaikan rasa bahagianya bisa bergabung dengan Borneo FC, sebuah klub yang menurutnya memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kariernya.
"Halo, Borneo FC Samarinda fans. Saya senang bisa bergabung dengan Borneo FC Samarinda. Dan suatu kebanggaan bisa menjadi bagian dari tim besar ini," ucapnya dalam video tersebut, seperti dikutip dari ligaindonesiabaru.com, Minggu (22/6/2025).
Bagi Lefundes, kesepakatan ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga perwujudan mimpi yang selama ini ia dambakan. Ia mengaku telah lama memendam harapan untuk melatih Borneo FC, dan kini kesempatan itu datang dalam momen yang tepat.
“Dan juga ini (Borneo FC Samarinda) merupakan suatu realisasi dari sebuah mimpi,” imbuhnya menegaskan.
Dalam pernyataannya, Fabio Lefundes juga menyampaikan janji untuk memberikan dedikasi penuh demi membawa Borneo FC tampil maksimal di Liga 1 musim 2025/2026. Ia menekankan bahwa seluruh staf pelatih akan bekerja keras demi meraih target yang telah ditentukan.
“Saya dan staff pelatih berjanji. Akan memberikan seluruh energi kami untuk Borneo FC Samarinda dan semua orang yang menjadi bagian dari tim luar biasa ini. Sampai jumpa di Samarinda secepatnya,” tandas eka juru taktik Persita Tangerang itu.
Diketahui, Fabio Lefundes memang bukan sosok asing dalam dunia sepak bola Indonesia. Sebelum menangani Borneo FC, ia sempat membesut dua klub Liga 1 lainnya, yakni Persita Tangerang dan Madura United FC. Pengalaman tersebut menjadi modal besar dalam kiprahnya di musim baru ini.
Saat menangani Pendekar Cidasane pada musim 2024/2025, ia berhasil membawa tim meraih 42 poin dari 34 pertandingan dan finis di peringkat ke-11 klasemen akhir. Sebelumnya, bersama Madura United, dirinya sukses mencatat peningkatan prestasi dari posisi ke-9 pada musim 2021/2022 menjadi posisi ke-7 di musim 2022/2023.
Tak Asing dengan Atmosfer Liga 1, Fabio Lefundes Bisa Tuntaskan Janji
Rekam jejak Fabio Lefundes di Liga 1 Indonesia cukup meyakinkan. Ia telah terbukti mampu membentuk tim yang solid dan kompetitif, meski dengan sumber daya yang terbatas.
Di Persita, ia mencetak 12 kemenangan, enam imbang, dan 14 kekalahan dalam semusim. Sementara di Madura United, dua musim kepemimpinannya menghasilkan 21 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 19 kekalahan.
Selain itu, Fabio Lefundes juga membawa pengalaman internasional yang luas. Ia pernah bekerja di beberapa klub di kawasan Asia seperti Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, dan China. Pengalaman tersebut tentu menjadi nilai lebih yang bisa dimanfaatkan Borneo FC dalam menyusun strategi tim, baik dari sisi teknis maupun manajerial.
Dengan Borneo FC saat ini berada di posisi kelima klasemen akhir Liga 1 2024/2025, peluang untuk naik ke papan atas terbuka lebar. Dukungan manajemen, atmosfer stadion Segiri yang bergelora, serta semangat suporter Samarinda akan menjadi kekuatan tambahan yang tak boleh diremehkan.
Meskipun performa Borneo FC musim lalu menurun dibanding musim sebelumnya, kehadiran pelatih anyar diyakini bisa kembali menyuntikkan semangat baru ke dalam tim. Apalagi, Lefundes bukan hanya datang sebagai pelatih, tetapi juga sebagai sosok yang telah menunggu lama untuk menjadi bagian dari klub ini.
Lefundes pun dinilai memiliki semangat yang sama dengan Borneo FC yang sedang ingin kembali bersaing di level tertinggi. Klub ini telah memperlihatkan progres yang konsisten dalam beberapa musim terakhir dan kini menatap musim baru dengan penuh optimis.
Dengan mengombinasikan pengalaman, komitmen, dan hasrat yang tinggi untuk sukses, peluang Fabio Lefundes untuk membawa Borneo FC meraih prestasi terbaik di Liga 1 musim 2025/2026 sangat terbuka. Ia telah mengenal medan, memahami karakter permainan, serta siap memberikan segalanya untuk tim.
Dengan pengalaman luas dan motivasi tinggi, Fabio Lefundes datang sebagai harapan baru bagi Borneo FC dan angin segar bagi skuad Pesut Etam.
Baca Juga
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Identik dengan Nobar, Piala Dunia 2026 Tak Nikmat Jika Ditonton Sendirian?
-
Gagal di Piala Dunia, Mengapa Pelatih Selalu Jadi Tumbal Pertama?
-
Perkasa di Fase Grup, Prancis Jadi Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026?
Artikel Terkait
Hobi
-
Berkat Martinelli, Brasil Singkirkan Jepang dan Lolos ke Babak 16 Besar
-
Daftar Pemain dengan Assist Terbanyak Piala Dunia 2026, Ada Olise dan Isak
-
Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia
-
Maroko Tekuk Belanda Lewat Adu Penalti dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Paraguay Tumbangkan Jerman Lewat Adu Penalti dan Lolos Tiket 16 Besar
Terkini
-
Webtoon Hit Hero Killer Diadaptasi Jadi Anime, Ungkap Sutradara dan Studio
-
Teman Curhat AI dan Kesepian Gen Z: Solusi Praktis atau Sekadar Pelarian?
-
Tagihan Paylater Diam-diam Jadi Beban: Tanggal Tua Terasa Makin Menakutkan?
-
A New Dawn dan Takopi's Original Sin Berhasil Raih Penghargaan Annecy 2026
-
Tuai Respons Positif, Serial Every Year After Resmi Berlanjut ke Season 2