Imbas positif dari kedatangan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong ke klub raksasa sepak bola Korea Selatan, Ulsan Hyundai langsung menampakkan hasil.
Hanya berselang beberapa hari saja semenjak diresmikan kedatangannya oleh pihak klub pada tanggal 5 Agustus 2025 lalu, pelatih yang mengukirkan banyak sejarah bersama Timnas Indonesia tersebut langsung meraih kemenangan di laga debutnya.
Sepertimana dilansir laman match report transfermarkt.com, tangan dingin pelatih yang kini berusia 54 tahun tersebut langsung membawa klub milik raksasa otomotif dunia asal Korea Selatan itu merah kemenangan penting atas Jeju SK.
Dari laman yang sama diinformasikan, anak asuh Shin Tae-yong itu berhasil membungkam sang lawan dengan skor tipis satu gol tanpa balas, melalui gol tunggal yang dilesakkan oleh Gustav Ludwigson ketika pertandingan berlangsung 73 menit.
Alhasil, kemenangan tipis dari tim kepulauan pada laga yang dimainkan di Ulsan Munsu Football Stadium ini pun pada akhirnya turut mengakhiri paceklik kemenangan yang sempat dialami oleh Ulsan Hyundai, jika dihitung dari kali terakhir mereka memenangi pertandingan, hal itu terjadi dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan lalu.
Akhiri Paceklik Kemenangan saat Ulsan Hyundai Masih di Bawah Asuhan Kim Pan-gon
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, kemenangan yang diraih oleh Ulsan Hyundai bersama sang anak asuh ini merupakan penghilang dahaga kemenangan yang telah dirasakan oleh pihak klub selama kurang lebih tiga bulan belakangan ini.
Pasalnya, jika kita melihat hasil pertarungan yang dijalani oleh Ulsan Hyundai ketika masih dinakhodai oleh Kim Pan-gon, eks pelatih Timnas Malaysia tersebut kali terakhir membawa Ulsan memetik poin penuh pada tanggal 24 Mei 2025 lalu, ketika anak asuhnya bertarung melawan Gimcheon Sangmu.
Rentangan waktu tersebut tentunya akan berkisar kurang lebih tiga bulan jika dihitung sampai dengan kemenangan yang diraih oleh Ulsan bersama Shin Tae-yong saat ini.
Setelahnya, sudah tak ada lagi kemenangan yang diraih oleh Ulsan bersama Kim Pan-gon, karena dalam sepuluh pertarungan berikutnya di berbagai ajang, Ulsan hanya mampu meraih 3 hasil imbang dan menelan tujuh kali kekalahan.
Dan yang paling membuat pihak klub merasa tertampar dengan kinerja dari Kim Pan-gon ini adalah, ada satu momen di mana Ulsan Hyundai harus menelan lima kekalahan secara beruntun dari lawan-lawan yang dihadapi.
Sebuah hasil yang pada akhirnya membuat jajaran klub melakukan evaluasi, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk memutuskan jalinan kerja sama dan melakukan pendekatan kepada Shin Tae-yong.
Keberhasilan Shin Tae-yong dalam membawa anak asuhnya memetik tiga poin setelah kurang lebih tiga bulan paceklik kemenangan ini tentu saja membawa angin segar bagi pihak klub. Imbas dari tiga poin yang didapatkan setelah memenangi laga melawan Jeju SK, posisi mereka di papan klasemen K1-League mulai terkatrol.
Dengan 34 poin yang kini dikeman, Ulsan Hyundai mulai merangkak naik ke posisi keenam tabel klasemen sementara liga sepak bola kasta tertinggi di Korea Selatan tersebut, dan berpotensi untuk mengamankan satu tempat di championship round yang mana akan dimainkan oleh enam tim teratas di klasemen akhir Liga Korea Selatan.
Sekarang kita tinggal menunggu, apakah tuah dari Shin Tae-yong terhadap Ulsan Hyundai ini akan terus berlanjut di laga-laga berikutnya ataukah tidak.
Jika terus berlanjut dan berhasil membawa Ulsan Hyundai bangkit, tentunya hal itu akan semakin memperlihatkan kejeniusan seorang STY dalam meracik kekuatan sebuah tim, setelah sebelumnya sang pelatih meraih banyak pencapaian bersama Timnas Indonesia.
Semoga sukses coach Shin!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Piala AFF Wanita: Kalah Telak, Timnas Indonesia Jadi Bulan-bulanan Vietnam
-
FC Volendam Kena Masalah Serius, Mauro Zijlstra Jadi Dinaturalisasi Timnas Indonesia?
-
Pelatih Irak Sombong Ngaku Tahu Timnas Indonesia Luar Dalam
-
Naturalisasi dan Timnas Indonesia Bikin Sial Karier Mees Hilgers, Apa Benar?
-
Riwayat Buruk Thom Haye Terbongkar, Pantas Susah Dapat Klub
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?