Setelah melewati masa-masa penuh ketegangan bersama Aprilia, Jorge Martin akhirnya bisa bernapas lebih lega. Juara dunia MotoGP 2024 itu diketahui sempat terjebak dalam isu besar mengenai masa depannya.
Kala itu, hubungan antara dirinya dengan tim asal Noale sempat merenggang karena Martin memutuskan untuk pergi setelah merasa performa timnya kurang kompetitif. Namun, semua spekulasi itu akhirnya terjawab saat ia duduk di depan media dalam konferensi pers di Brno, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Martin menegaskan bahwa dirinya memilih bertahan. Ia merasa keputusan tersebut bukan hanya sekadar keinginan untuk menetap, tapi juga bentuk komitmen terhadap proyek jangka panjang Aprilia.
Pembalap asal Spanyol itu mengaku situasi kini jauh lebih kondusif dibandingkan beberapa bulan lalu. Perselisihan yang sempat mengancam kelanjutan kerja sama mereka berhasil diatasi, dan hubungan yang sebelumnya dingin kini berubah menjadi lebih hangat.
Martin bahkan menyebut dirinya kini menemukan kembali kenyamanan di garasi Aprilia. Menurutnya, komunikasi yang lebih terbuka serta rasa saling menghargai membuat suasana tim terasa positif.
"Yang penting adalah acara ini menyatukan kami. Ada kemajuan pesat di acara Martin-Aprilia dengan Februari hingga sekarang, ada hubungan yang jauh lebih dekat dengan seluruh tim, dengan manajemen, dengan pers," ujar Martin, dilansir dari laman MotoGP News.
Dari sinilah lahir kepercayaan diri baru yang membuatnya berani menetapkan target besar. Alih-alih sekadar bertahan di papan atas, Martin sudah menyiapkan ambisi besar, yakni merebut kembali mahkota juara dunia musim depan.
Dia percaya Aprilia punya potensi besar untuk kembali bersaing di level tertinggi, apalagi dengan pengembangan motor yang semakin kompetitif.
"Semuanya terasa lebih menyatu. Di awal tahun, ada banyak kegembiraan di satu sisi, tapi saya sedikit lebih ragu, dan sekarang saya yakin bahwa inilah tujuan saya tahun depan, di mana saya ingin berjuang untuk Kejuaraan Dunia, untuk kembali mencetak sejarah. Itulah yang membuat saya merasa puas," tambahnya.
Meski begitu, ketika ditanya mengenai rencana jangka panjang, terutama setelah kontraknya habis pada akhir 2026, Martin memilih untuk menahan diri. Musim 2027 akan menjadi tahun yang sangat berbeda karena regulasi baru MotoGP mulai diberlakukan.
Tak sedikit yang berpendapat bahwa Martin akan hengkang dari Aprilia pada kesempatan ini, tapi faktanya Martin enggan larut dalam spekulasi. Ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini hanya pada performa di lintasan dan menjaga konsistensi bersama Aprilia.
"2027 adalah kesempatan yang sangat besar, dan saya tahu Aprilia sedang bekerja keras untuk masa depan. Kita lihat saja nanti. Masih ada balapan tersisa tahun ini, dan kami berharap bisa bersaing memperebutkan gelar Juara Dunia tahun depan, lalu kami akan memikirkan tahun berikutnya," katanya.
Bagi Martin, berbicara terlalu jauh mengenai masa depan justru bisa mengganggu konsentrasi. Ia menilai setiap musim membawa tantangan tersendiri, dan satu-satunya cara untuk tetap berada di level teratas adalah fokus pada pekerjaan hari ini.
Dengan semangat itu, ia berharap bisa memberikan hasil terbaik, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Aprilia yang sudah memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Kini, Martin bukan lagi pembalap yang ragu-ragu akan pilihannya. Setelah badai mereda, ia tampak lebih matang, lebih percaya diri, dan lebih siap menghadapi musim baru.
Keinginan untuk meraih gelar juara kembali ditanamkan dalam benaknya dan Aprilia jelas akan menjadi bagian penting dari perjalanan besar Jorge Martin menuju kemenangan berikutnya. Menurut kamu, mungkinkah Jorge Martin bisa mewujudkan ambisi besarnya ini musim depan?
Baca Juga
-
Jelang MotoGP 2026: Jorge Martin Ingin Pulih dan Adaptasi dengan Cepat
-
Pedro Acosta Dekat dengan Ducati, Yakin Mau Bersanding dengan Marc Marquez?
-
16 Pembalap MotoGP yang Kontraknya Habis Tahun 2026, Lanjut ke Mana?
-
7 Fakta Unik MotoGP 2026, Tahun Terakhir Gunakan Mesin 1000cc
-
11 Tim Formula 1 Rilis Tampilan Baru Mobil 2026, Mana yang Paling Keren?
Artikel Terkait
-
Prioritaskan Keselamatan, Maverick Vinales Absen di MotoGP Hungaria 2025
-
Masuk 5 Besar, MotoGP Austria 2025 Jadi Balapan Terbaik Enea Bastianini?
-
Kedatangan Marc Marquez, Kepala Kru Ducati: Saya Jatuh Cinta
-
Komentari Penampilan Pembalapnya, Gigi Dall'Igna Kecewa pada Pecco Bagnaia
-
MotoGP Austria 2025: Marc Marquez Mujur, Marco Bezzecchi Mundur
Hobi
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!