Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S. T.
Logo FIFA Series 2026. (fifa.com)
M. Fuad S. T.

Indonesia mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk menjadi tuan rumah guliran FIFA Series 2025. Bersama dengan tujuh negara lainnya, pada bulan Maret mendatang, Indonesia akan menjadi salah satu tempat bagi agenda yang diinisiasi langsung oleh FIFA itu. 

Rasa bangga tentu saja menghiasi pikiran para insan sepak bola nasional. Namun sayangnya, kepercayaan FIFA untuk mendaulat Indonesia menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series 2026 tersebut seolah terlalu diglorifikasi oleh beberapa pihak.

Bahkan, tak jarang di antara pihak-pihak tersebut ada yang melontarkan statemen bahwa jika bukan "Anak Emas FIFA", Indonesia sudah pasti tak akan mendapatkan kepercayaan tersebut.

Padahal pada kenyataannya, apa yang terjadi di lapangan terbilang jauh panggang daripada api, karena setidaknya ada dua alasan yang justru datang sendiri dari agenda FIFA Series, yang mana malah membuat klaim Indonesia sebagai anak emas FIFA semakin melemah.

Penasaran? Mari kita ulas bersama!

1. Menjadi Tuan Rumah FIFA Series Tak "Seistimewa Itu"

Memang, menjadi tuan rumah gelaran bertajuk FIFA Series membawa kebanggaan bagi Indonesia. Namun sayangnya, jika meminjam istilah dari anak-anak zaman now, ternyata menjadi tuan rumah FIFA Series tidaklah seistimewa itu.

Berbeda dengan gelaran lain yang berada di bawah naungan FIFA seperti Piala Dunia, atau bahkan Piala Asia, menjadi tuan rumah FIFA Series sendiri merupakan sebuah hal yang terkesan biasa-biasa saja dan tak melulu harus menjadi anak emas dari FIFA.

Alasannya bisa dilihat pada guliran di edisi 2024 lalu, di mana tim seperti Azerbaijan dan Sri Lanka yang level sepak bolanya biasa-biasa saja atau bahkan lebih rendah dari Indonesia, juga bisa mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk menjadi tuan rumah.

Bahkan, di edisi 2026 ini pun Indonesia juga menjadi tuan rumah bersamai tim-tim yang biasa-biasa saja seperti Azerbaijan, Kazakstan dan Rwanda. Sehingga, klaim Indonesia anak emas FIFA karena menggelar FIFA Series, tentunya terlalu dilebih-lebihkan.

2. Lawan yang Dihadapi di FIFA Series Relatif Biasa-Biasa Saja

Jika benar FIFA menganggap Indonesia sebagai anak emasnya, tentu Induk Sepak Bola Dunia itu akan memberikan lawan yang tangguh untuk dihadirkan ke Tanah Air.

Namun seperti yang kita ketahui bersama, grup Indonesia di FIFA Series bulan Maret mendatang "hanya" berisikan tim-tim semenjana sekelas Bulgaria, Saint Kitts and Nevis serta Kepulauan Solomon.

Secara logika, jika benar Indonesia adalah anak emas FIFA, maka sudah pasti federasi sepak bola tertinggi sejagat raya itu setidaknya akan membantu Indonesia menghadirkan lawan yang lebih berkualitas, bukan hanya lawan yang selevel ketiga tim tersebut.

Jika melihat dua alasan yang secara magis ditunjukkan oleh semesta tersebut, sepertinya kita patut mempertanyakan, apakah memang benar Indonesia ini adalah anak emas dari FIFA seperti yang digembar-gemborkan oleh pihak-pihak tertentu selama ini?

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS