Semua orang pernah melakukan kesalahan atau kekeliruan dalam hidup. Hal itu adalah hal yang manusiawi karena kita bertumbuh. Saat kita melakukan kesalahan itu pasti kita menyesal. Jangan pernah takut menyesal! Karena kita bisa ambil hal positif dari masa lalu kita yang tak sempurna itu.
Berdasarkan webinar diskusi buku The Power of Regret karya Daniel H. Pink yang diadakan oleh biro psikologis Personal Growth bersama dengan toko buku Kinokuniya pada 1 Juli 2022, ada hikmah yang penulis rangkum dan simpulkan tersaji dalam artikel ini. Simak dan resapi poin-poin ini.
1. Semua Orang Pernah Menyesal
Sebagai manusia kita tidak sempurna. Dalam menjalani kehidupan, kita dihadapkan banyak pilihan. Tidak sedikit dari pilihan yang kita ambil membawa hal buruk yang tak pernah kita bayangkan. Saat itulah kita menyesal dan menganggapnya sebagai kegagalan. Padahal itu hal yang manusiawi. Karena kita hidup bertumbuh dari yang tidak tahu apa-apa menjadi berpengetahuan luas sejalan dengan pengalaman yang kita alami.
2. Penyesalan adalah Hal yang Berharga
Ketika kita salah ambil keputusan, kita bisa belajar dari hal tersebut supaya kita tidak salah lagi. Dengan kesalahan kita itu menuntun kita ke jalan yang benar dan memperbaiki performa kita di masa depan. Dengan penyesalan, hidup kita menjadi lebih berwarna dan berarti karena hidup tak selamanya enak. Baik kebahagiaan dan kesedihan berlangsung sementara.
3. Alasan Kita Menyesal
Alasan kita menyesal yang paling umum adalah ketika kita tidak bijaksana dan bertanggung jawab dengan keputusan yang kita ambil mengenai pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan keuangan. Alasan kedua berkaitan dengan moral, misalnya jika kita melakukan hal yang bertentangan dengan moral seperti selingkuh, membully, mencuri dan lain-lain. Alasan ketiga adalah penyesalan yang dalam yaitu menyesal tidak mengambil kesempatan yang diberikan pada kita. Alasan terakhir berkaitan soal hubungan seperti menyesal jika hubungan percintaan tidak berhasil atau menyesal karena gagal meraih keintiman hubungan yang sebelumnya diharapkan.
4. Bagaimana Kita Belajar dari sebuah Penyesalan
Pertama jangan ulangi kesalahan. Kedua ambil hikmahnya. Ketiga tulislah penyesalan yang dialami. Keempat jangan selalu menyalahkan diri sendiri karena sebuah penyesalan, terima dan maafkanlah diri sendiri. Kelima pelajari lebih lanjut setiap kesalahan untuk memperbaiki diri di masa depan.
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Begitu juga diri kita dalam bersikap dan mengambil keputusan. Ketika kita menyesal itu adalah hal yang wajar. Mari maknai, resapi dan nikmati hidup ini!
Baca Juga
-
4 Manfaat Thrifting atau Belanja Baju Bekas Bermerk
-
Simak 3 Tips Menghindari Misinformasi di Media Digital
-
Ulasan Kumcer Semua untuk Hindia: Kisah Heroik nan Dramatik Masa Kolonial
-
6 Pesan dari Buku Filosofi Teras untuk Anak Muda yang Suka Cemas dan Baper
-
Ulasan Kisah 1001 Malam National Geographic: Cerita Magis Pengantar Tidur
Artikel Terkait
-
5 Kesalahan Finansial saat Mudik yang Bikin Dompet Jebol, Hindari Ini!
-
Anggota TNI AL Penembak Bos Rental Nangis Mohon Ampun di Pengadilan Militer: Anak Saya Masih Kecil
-
6 Hikmah Salat Tarawih Bagi Kesehatan, Melancarkan Peredaran Darah ke Otak
-
7 Hikmah Zakat Bagi Muzakki yang Amalannya Tak Hanya Baik untuk Mustahik
-
Soal Kekhawatiran Dwifungsi Lahir Lagi Lewat Revisi UU TNI, Agum Gumelar Cerita Kesalahan di Zaman Orba
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda