Lomba Batik Motif Kawung diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dan Pengelola Pasar Seni Gabusan pada Sabtu (7/10/2023). Acara yang bertempat di Pasar Seni Gabusan (PSG) ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan seni budaya tradisional Indonesia kepada generasi muda.
Antusiasme para peserta sangat tinggi. Mereka tiba di lokasi lomba sejak pagi-pagi buta, dan dengan penuh semangat mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang akan dimulai pukul 08.00 WIB. Peserta lomba merupakan dua perwakilan dari setiap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK) di Kabupaten Bantul.
Dalam lomba ini, peserta diberi tantangan untuk melukis batik motif Kawung, yang merupakan ikon khas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Motif Kawung memiliki makna filosofis yang dalam budaya Jawa, melambangkan kesucian, kerukunan, dan keselarasan. Melalui lomba ini, para anak-anak diajak untuk memahami makna mendalam di balik setiap goresan kuas mereka.
BACA JUGA: 4 Motif Batik Ini Dianggap Paling Populer di Mata Dunia
Salah satu PAUD yang ikut serta dalam lomba ini adalah TK Pertiwi 28 Potorono. Sekolah ini mengirimkan dua delegasi yang sangat berbakat, yaitu Gulzar Zyhnie Astungkara dan Faza dari kelas B 3.
Kedua peserta ini didampingi dengan penuh kasih sayang oleh guru-guru mereka dalam proses pelukisan batik. Ini adalah momen berharga di mana guru-guru dapat berbagi pengetahuan dan keterampilan mereka kepada para siswa, memastikan bahwa warisan seni tradisional tetap hidup dalam generasi muda.
Lomba melukis batik ini memiliki dampak yang jauh lebih dari sekedar kompetisi.
Selain memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas anak, lomba ini juga bertujuan untuk melestarikan seni batik sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia.
Seni batik bukan sekadar sebuah lukisan, melainkan sebuah cerita yang tertulis dalam motif dan warna-warna yang dipilih.
Pasar Seni Gabusan menjadi saksi dari semangat membara para peserta yang dengan tekun dan penuh dedikasi menciptakan karya-karya batik yang memukau.
BACA JUGA: Seni Batik: Pengertian, Sejarah Singkat, dan Jenisnya
Pada momen ini, mereka tidak hanya melukis, namun juga menggambarkan bagian dari identitas budaya mereka. Sembari berkompetisi, mereka juga sedang belajar memahami dan menghargai kekayaan budaya.
Lomba Batik Motif Kawung di Pasar Seni Gabusan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, adalah salah satu langkah yang wajib diapresiasi sebagai upaya melestarikan dan mewariskan seni membatik kepada generasi sekarang.
Acara ini bukan hanya tentang melukis kain, tetapi juga tentang mewujudkan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap goresan kuas, sehingga generasi mendatang dapat terus merawat dan menghargai warisan budaya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
Belajar Membaca Peristiwa Perusakan Makam dengan Jernih
-
Kartini dan Gagasan tentang Perjuangan Emansipasi Perempuan
-
Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
Artikel Terkait
-
Fakta di Balik Temuan Kerangka Manusia di Banguntapan, Bukan yang Pertama Kali
-
Didiet Maulana: Shopee Buktikan Batik Lokal Juga Layak Ekspor
-
Pejabat Pemerintah Menang Lomba Logo BKI, Malah Banjir Hujatan Netizen: Yang Kreatif Akan Kalah Sama Yang Punya Ordal
-
Profil Andi Yusmanto, Pejabat Badan Karantina Indonesia yang Menang Sayembara Desain Logo dari Lomba Buatan Sendiri
-
Dukung Program Sanitasi Sekolah, Tim Dosen UTY Lakukan Pengabdian di SD Negeri Kalidadap Bantul
News
-
Generasi Peduli Iklim, Komunitas yang Ubah Keresahan Jadi Aksi Nyata
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
Terkini
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Samsung Kini Jual HP Refurbished Resmi, Harga Flagship Jadi Makin Worth It!
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Manga GIGANT Karya Hiroya Oku Resmi Diadaptasi jadi Film Anime Layar Lebar