Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), untuk diperiksa terkait dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) periode 2021-2023 (2/12/2025).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pemanggilan dilakukan dalam kapasitas RK sebagai Gubernur Jawa Barat pada saat perkara berlangsung. Pihak KPK menyatakan yakin RK akan hadir memenuhi panggilan.
"Benar, hari ini penyidik menjadwalkan pemanggilan kepada Saudara RK dalam kapasitas sebagai Gubernur Jawa Barat pada saat tempus perkara," kata Budi, dikutip dari Suara.com pada Selasa (2/12/2025).
Kasus dugaan korupsi ini bermula dari pengadaan iklan di Bank BJB antara 2021-2023, di mana KPK menduga terjadi penyimpangan dalam penunjukan agensi periklanan.
Dana iklan ini yang awalnya dialokasikan secara resmi diduga dialihkan ke pos nonbudgeter Bank BJB, sehingga merugikan negara. Estimasi kerugian akibat praktik tersebut mencapai sekitar Rp222 miliar.
Dalam pengusutan awal, penyidik KPK telah menetapkan sebagai tersangka mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, bersama beberapa petinggi bank serta pengendali sejumlah agensi iklan.
"Dirut (Yuddy) bersama-sama dengan PPK mengetahui penggunaan uang yang menjadi dana nonbudgeter BJB,” ucap Budi.
Selain itu, dalam proses penyidikan sebelumnya, KPK sempat menggeledah kediaman RK pada Maret 2025.
Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah aset, termasuk satu unit mobil dan sepeda motor yang diduga terkait dengan aliran dana kasus.
Ridwan Kamil sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh politik dengan daya pilih tinggi di tingkat nasional.
Ia menjabat sebagai Wali Kota Bandung pada 2013-2018 sebelum kemudian terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.
Selain karier politik, RK juga memiliki latar belakang sebagai arsitek dan pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selama memimpin Jawa Barat, ia dikenal aktif mendorong program pembangunan berbasis digital dan partisipasi publik.
Hingga kemarin, KPK menyatakan belum menetapkan status hukum RK secara resmi, hari ini pemeriksaan dilakukan untuk mengonfirmasi keterlibatannya.
Pemeriksaan hari ini menjadi bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap detail modus aliran dana, siapa saja pihak yang terlibat dalam penunjukan agensi iklan, dan bagaimana dana dialihkan ke luar jalur resmi.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Lumpur Pantai Baros: Mengubah Aksi Tanam Mangrove Jadi Seni dan Refleksi Diri
-
Lebih dari Sekadar Angkat Senjata, Ini Cara Bela Negara di Kehidupan Sehari-hari
-
Restitusi untuk Korban Tindak Pidana Masih Sulit Direalisasikan
-
Dirut ANTAM dari Eks Tim Mawar, Negara Tutup Mata soal Rekam Jejak HAM
-
Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana
Artikel Terkait
-
Diperiksa KPK Kasus BJB, Ridwan Kamil: Saya Senang, Ini Momen Hentikan Persepsi Liar
-
KPK Bergerak! Telusuri Jejak 'Uang Panas' Mardani Maming ke PBNU
-
KPK Periksa Ridwan Kamil Hari Ini Terkait Dugaan Korupsi Dana Iklan Bank BJB
-
KPK Tak Paham Alasan Presiden Rehabilitasi Terdakwa Korupsi ASDP
-
KPK Jebloskan 2 Pejabat Kemenhub Terkait Proyek Kereta Api Medan, Siapa Dalangnya?
News
-
Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, 5 Jilid Capai Ribuan Halaman
-
Seleksi PPAN Jatim 2026 Resmi Dibuka, Pemuda Terpilih Berkesempatan Mewakili di Tingkat Nasional
-
Penduduk Bertambah, Bayi Berkurang: Potret Baru Indonesia di Angka 290 Juta
-
Bikin Penggemar Salfok, Apa Sih Benda Unik yang Menempel di Telinga Ruka BABYMONSTER?
-
Tiket Ludes Terjual, Hot Wheels Monster Trucks Live Glow-N-Fire Tambah Show Baru di Indonesia
Terkini
-
Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!
-
Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon
-
Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh
-
Ketika Makan Bergizi Gratis Berubah Menjadi Ancaman: Negara Harus Bertindak
-
Rumus Kebenaran Musim Panas: Ketika Sains Berhadapan dengan Rahasia Masa Lalu