Pernah tidak, sih, kalian lagi asyik nongkrong sama teman kuliah, tetapi pas giliran bayar malah kebingungan? Kalau saya bersama teman-teman, sih, biasanya suka sistem bayar sendiri-sendiri. Meski kadang ada juga teman yang berbaik hati mau menalangi duluan, tetapi tantangannya sering kali justru kelupaan. Ujung-ujungnya, kalau kita yang bayar duluan, uang gantinya malah tidak pernah sampai ke tangan.
Masalah ini jadi makin pelik kalau konteksnya adalah first date atau sampai pacaran saat masih kuliah. Baru-baru ini, sebuah diskusi di platform X menuai perdebatan seru. Pertanyaan ini dimulai oleh akun @bagzrzd: apakah mahasiswa saat pacaran itu bayarnya masing-masing, patungan, atau dibayarin salah satu pihak saja?
Inisiatif atau Sekadar Formalitas?
Respons netizen sangat beragam. Ada yang menerapkan sistem bagi peran yang cukup unik, seperti @asvnero yang menceritakan pengalamannya bahwa pasangannya yang membayar makan dan dia yang membayar parkir.
Menurut saya pribadi, sistem ini sebenarnya agak kurang adil karena nominal makan dan parkir tentu sangat jauh perbandingannya. Namun, setidaknya ada niat baik untuk ikut berkontribusi walaupun kecil.
Ada juga yang lebih memilih gantian. Misalnya, akun @bongaknyo_kau yang menceritakan bahwa jika ia sudah membayar tiket nonton, maka pasangannya yang akan membayar makan. Cara ini terasa lebih praktis daripada harus menghitung biaya split bill di depan kasir.
Menghindari Drama Pascaputus
Salah satu argumen yang cukup kuat muncul dari @_elio00. Ia menyarankan supaya ketika pacaran lebih baik memilih split bill sejak awal hubungan. Alasannya realistis, sih, untuk menghindari "invoice dadakan" atau drama ungkit-ungkit pengeluaran jika suatu saat hubungan dua orang ini berakhir. Dia mengatakan kalau dari bayar makanan masing-masing, kita bisa menyelamatkan diri dari beban moral di masa depan.
Pendapat ini didukung oleh pemilik akun @byroevv yang menekankan bahwa yang paling penting itu menyesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing tanpa harus memaksakan diri demi gengsi.
Mandiri atau Dibayarin Pasangan?
Di sisi lain, ada juga dinamika dari sudut pandang yang berbeda seperti yang diceritakan @binsaayin. Meskipun ia sudah bekerja sambil kuliah, pasangannya tetap bersikeras menanggung semua biaya karena tidak ingin uang hasil kerja kerasnya terpakai untuk kencan.
Namun, @ThriveQuestt mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa bukan berarti tidak punya uang sama sekali. Dia bercerita bahwa dia dan pasangannya selalu memiliki inisiatif untuk bergantian membayar tanpa perlu diminta. Baginya, inisiatif jauh lebih penting daripada menetapkan aturan siapa yang harus membayar.
Menurut saya, perkara siapa yang harus membayar itu sebenarnya tergantung juga pada preferensi dan niat masing-masing. Untuk first date, menurut saya idealnya yang membayar itu dari pihak yang mengajak, tetapi ini seringnya laki-laki, sih. Tetapi, kalau ada pilihan untuk gantian membayar, saya lebih setuju memilih opsi itu. Atau juga lebih ke sadar diri saja, misal sudah tahu dibayarin malah borong banyak-banyak itu sama saja seperti memanfaatkan situasi.
Namun, untuk perempuan yang mungkin merasa tidak enak jika terus-menerus dibayari, meminta split bill menurut saya masih wajar-wajar saja, justru ini juga sebagai bentuk menghargai pasangan. Intinya, komunikasi dan kesepakatan antarpasangan adalah kunci utama agar urusan pembayaran tidak mengganggu kebahagiaan hubungan di masa kuliah dan dompet tetap aman tanpa harus gengsi berhemat untuk diri sendiri demi membayari pasangan.
Baca Juga
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
-
Fenomena 'Digital to Reality': Mengapa Interaksi Online Jadi Kunci Konser Artis Mancanegara?
Artikel Terkait
-
Beda Pendidikan Jefri Nichol vs Zahwa Massaid yang Diduga Pacaran
-
Silsilah Keluarga Zahwa Massaid, Kini Pacaran dengan Jefri Nichol?
-
Narasi Pertobatan dan Kritik Pacaran dalam Tuhan Maafkan Masa Laluku
-
Bukan Lagi Tebak-tebakan, Inilah Momen Sarwendah dan Giorgio Antonio Ngaku Pacaran
-
Cinlok di Panggung Musikal, Bae Na Ra dan Han Jae Ah Resmi Berpacaran
News
-
Di Balik Gerakan Tanpa Kata, Bagaimana Pantomim Jadi Ruang Memulihkan Diri?
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!