The King's Warden tak hanya membawa penonton kembali ke masa Dinasti Joseon dan kisah tragis Raja Danjong. Di balik konflik istana, film ini juga memperlihatkan kehidupan masyarakat biasa yang harus berhadapan dengan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap pendidikan, terutama di Desa Gwangcheon, Yeongwol, tempat di mana Raja Danjong diasingkan.
Bagi mereka, pendidikan bukan hanya bisa membaca dan menulis. Eom Heung-do menganggap, pendidikan bisa jadi harapan baru agar ia dan warga desa dapat hidup dengan lebih baik. Lalu, bagaimana film The King's Warden menggambarkan situasi ini?
Pendidikan Belum Merata untuk Rakyat Joseon
Tidak semua rakyat Joseon yang hidup di masa itu bisa mengenyam bangku pendidikan. Kesempatan belajar jadi sesuatu yang mewah yang hanya bisa diakses secara terbatas oleh kaum atas. Jarang sekali rakyat kecil Joseon yang bisa membaca dan menulis. Karena itu, banyak rakyat miskin Joseon yang kesulitan untuk mengubah nasibnya.
Bahkan, Eom Heung-do dan warga desa Gwangcheon masih banyak yang berburu rusa untuk konsumsi sehari-hari yang dianggap kuno oleh desa-desa sekitarnya.
Eom Heung-do Melihat Pendidikan sebagai Jalan Keluar Nasibnya
Saat mendengar akan ada pejabat yang diasingkan, Eom Heung-do, kepala desa Gwangcheon di Yeongwol, dengan senang hati mengajukan desanya sebagai destinasi. Ini berawal dari cerita yang ia dapat dari desa tetangga yang menjadi tempat pengasingan, Desa Noru. Di sana ada Menteri Kehakiman yang diasingkan. Ia mengajari para warga membaca hingga salah satunya bisa lulus ujian kenegaraan.
Mendengar cerita ini, Eom Heung-do seperti melihat secercah harapan. Kondisi Desa Noru yang sebelumnya tak jauh berbeda dengan Gwangcheon bisa berubah drastis setelah terjamah tulisan. Ia yang akrab dengan warganya mendorong Taesan dan Makdong, anak muda berpotensi di Desa Gwangcheon, untuk giat belajar saat pejabat negara datang.
Ujian Kenegaraan yang Jadi Harapan Eom Heung-do untuk Taesan
Meski pendidikan masih terbatas, masyarakat Joseon sebenarnya memiliki satu jalur yang memungkinkan seseorang dari latar belakang tertentu untuk memperbaiki kehidupannya, yaitu gwageo, ujian kenegaraan untuk memilih pejabat pemerintahan. Secara prinsip, ujian ini memberikan kesempatan bagi laki-laki dari berbagai kalangan untuk masuk ke birokrasi berdasarkan kemampuan mereka, bukan semata-mata karena keturunan.
Eom Heung-do melihat potensi yang bagus pada putranya, Taesan, dan menyuruhnya untuk belajar mempersiapkan ujian tersebut. Meskipun awalnya menolak, Eom Heung-do tetap memberinya semangat untuk terus belajar. Ia berharap pendidikan bisa menjadi jalan bagi Taesan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik daripada dirinya.
Baca Juga
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
5 Tokoh Perempuan di Novel Klasik yang Punya Karakter Kuat, No Menye-Menye!
-
Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?
Artikel Terkait
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?
-
Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya