Ilustrasi jalan (pixabay.com/Free-Photos)
Derai tawaku mengalun bertaut
Bahagiaku menari-nari
Berjingkrak-jingkrak ramai
Merayakan salahmu
Pekikan syukurku riuh
Melantangkan serapah
Kau telah dikekalkan
Salah meriwayatkan burukmu
Dalam kepalaku
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Sandiaga Uno Resmi Jadi Kakek, Atheera Uno Melahirkan Anak Pertamanya
-
Ironi Literasi di Indonesia: Buku Masih Terlalu Mahal bagi Banyak Orang
-
Review A Sad And Beautiful World: Romansa Drama di Beirut yang Menggugah
-
Ulasan Serial The Palu Family: Sajikan Episodic Horror yang Berbasis Fakta!
-
Paylater dan Gaya Hidup Gen Z: Solusi Praktis atau Jebakan Finansial?